Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Metro » Terminal Daya Makassar Bakal Jadi Pusat Ekspedisi Hingga Dilengkapi SPBU

Terminal Daya Makassar Bakal Jadi Pusat Ekspedisi Hingga Dilengkapi SPBU

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar.— Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan langkah transformatif untuk menghidupkan kembali aktivitas transportasi umum sekaligus mendongkrak pendapatan daerah. Salah satu terobosan utamanya adalah digitalisasi layanan di Terminal Regional Daya melalui peluncuran fitur aplikasi terbaru bernama “Appilei”.
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengungkapkan bahwa kesiapan sistem aplikasi tersebut telah mencapai 90 persen dan dijadwalkan meluncur pada November 2026 mendatang.

“Secara prinsip kita sudah siap, tinggal launching. Insya Allah November, mungkin bersamaan dengan ulang tahun Kota Makassar, kita akan merilis sistem aplikasi itu yang bekerja sama dengan Gojek di Lontara Plus,” ujar Elber, Selasa (5/10/2026).

Melalui fitur Appilei yang terintegrasi dengan platform Gojek dan aplikasi Lontara Plus milik Pemkot Makassar, calon penumpang tidak perlu lagi mengantre di loket atau bertransaksi secara tunai. Masyarakat dapat langsung memilih Perusahaan Otobus (PO), melihat jadwal keberangkatan, mengecek tarif, hingga membeli tiket secara digital layaknya memesan tiket penerbangan di bandara.

Pangkas Kebocoran Pendapatan dan Siapkan Loket Bersama

Sistem anyar ini juga memuat digitalisasi manifes penumpang untuk memantau data perjalanan secara akurat. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan daerah karena seluruh transaksi pembayaran langsung masuk ke kas administrasi terminal.

Guna mendukung kelancaran operasional, Perumda Terminal menyediakan loket bersama yang menghimpun layanan dari sekitar 50 PO bus di Terminal Daya.

“Tidak ada lagi tiket fisik di pintu masuk karena kita sudah MoU dengan pemilik PO,” jelas Elber.

Solusi ‘Mati Suri’: Dari Terminal Ekspedisi Hingga SPBU

Selain transformasi digital, Perumda Terminal Makassar Metro merancang strategi agar kawasan terminal tetap hidup dari pagi hingga malam.

Di Terminal Daya, manajemen berencana membagi pola aktivitas kawasan:

Pagi hingga Sore: Difungsikan sebagai terminal feeder serta pusat ekspedisi barang.

Sore hingga Malam: Beroperasi sebagai terminal Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antarkota Antarprovinsi (AKAP).
“Core business kita adalah ingin membuat terminal ekspedisi barang di sini… Jadi kalau rencana ini berjalan, mudah-mudahan terminal ini tidak mati suri lagi di pagi hari,” kata Elber.
Dokumen studi kelayakan (feasibility study) untuk rencana ini sudah diajukan dan kini dalam tahap telaah Pemkot Makassar.

Tak hanya itu, keberadaan SPBU di bagian depan area terminal serta pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) juga disiapkan untuk menarik kendaraan masuk secara alami tanpa perlu pemaksaan regulasi.

Penataan Terminal Mallengkeri dan Toddoppuli

Strategi pembenahan juga menyasar kawasan terminal lainnya di Makassar:

Terminal Mallengkeri: Aktivitasnya kini digabung antara fungsi transportasi dan ekonomi lokal. Malam hari difungsikan untuk bongkar muat sayur-mayur, sedangkan pagi hingga siang menjadi terminal feeder yang kini disinggahi 80–100 unit armada, termasuk area pul Bluebird.

Terminal Toddoppuli: Rencananya akan dikosongkan total untuk dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemkot Makassar. Proses pengosongan saat ini masih menunggu kepastian langkah hukum dan administrasi dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang setempat.
Melalui sinergi digitalisasi, penataan fungsi bisnis, dan konsep ramah lingkungan, Perumda Terminal Makassar Metro optimistis kawasan terminal dapat bertransformasi menjadi fasilitas publik yang modern, transparan, dan berdaya saing.
  • person
Bagikan Threads
expand_less