Perkuat Efektivitas APBD dan Pelestarian Cagar Budaya, DPRD Makassar Libatkan Akademisi
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, dr. Yulius Patandianan, Sp.B, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XII Tahun Anggaran 2026 bersama Dinas Kebudayaan Kota Makassar di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Biringkanaya, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah, khususnya di sektor kebudayaan, sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber utama, dr. Yulius Patandianan menekankan krusialnya fungsi pengawasan DPRD dalam memastikan seluruh agenda pemerintahan daerah berjalan sesuai perencanaan dan regulasi yang berlaku.
“Pengawasan ini bertujuan agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pemajuan kebudayaan di Makassar,” ujar dr. Yulius.
Sementara itu, Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Achmad Fadlu Akbari, S.STP., M.Tr.AP., memaparkan aspek perencanaan dan pelaksanaan program kebudayaan agar selaras dengan dokumen pembangunan daerah.
Fokus pengawasan kali ini mencakup empat bidang utama: perencanaan, keuangan, program, serta pelayanan publik. Pada aspek keuangan, perhatian khusus diarahkan pada pengelolaan APBD dan efektivitas penggunaan anggaran. Sedangkan pada bidang program, pembahasan difokuskan pada kegiatan pelestarian budaya, penyelenggaraan festival, pembinaan seni, hingga pengelolaan cagar budaya.
Dari sudut pandang akademisi, Gideon Banga, S.H., menegaskan pentingnya membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel dengan tetap menempatkan pelestarian kebudayaan sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Jalannya diskusi yang dipandu oleh moderator Abby Rattealo berlangsung interaktif. Di akhir sesi, para peserta diberikan kesempatan untuk berdialog langsung melalui sesi tanya jawab terkait pengawasan anggaran dan pengembangan kebudayaan di Kota Makassar.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui pengawasan berkala ini, diharapkan sinergi antara DPRD, perangkat daerah, akademisi, dan masyarakat semakin solid dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab serta melestarikan warisan budaya Kota Makassar.
- person

