Kebakaran Hutan di Toraja Merembet Hingga Makam Tebing Leluhur, Ratusan Peti Mayat Satu Rumpun Ludes dilalap Api
- calendar_month 3 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Toraja Utara — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, berujung pada peristiwa pilu. Api yang merembet dengan cepat tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga menjilat area pemakaman tebing batu (liang) dan menghanguskan ratusan peti mayat dari satu rumpun keluarga.
Peristiwa ini terjadi di Liang Pongtimban, Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, sejak Jumat malam hingga Sabtu, 23–24 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api awalnya berasal dari kebakaran hutan di sekitar lokasi kejadian. Kobaran api yang cukup besar kemudian meluas hingga mencapai area liang—kuburan khas tradisional Toraja yang dipahat pada dinding tebing batu. Akibatnya, ratusan peti mayat yang berada di dalam liang tersebut tak luput dari amukan si jago merah.
Pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti insiden tersebut. Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal Polres Toraja Utara telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sadan 2 serta sejumlah pihak terkait.
Dari hasil penelusuran sementara, kepolisian menduga kuat kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran kebun yang dilakukan oleh warga di sekitar lokasi. Api kemudian tidak terkendali, membesar, dan merembet ke area makam leluhur tersebut.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi serta meminta pertanggungjawaban atas kelalaian yang memicu terbakarnya ratusan peti mayat warisan leluhur warga setempat.
- person

