Andi Ahmad Yani menambahkan, FISIP Unhas siap berkontribusi aktif membantu Pemerintah Kota Makassar melalui riset, pendampingan kebijakan, serta kolaborasi lintas disiplin dengan fakultas lain seperti kelautan, teknik, dan bidang terkait lainnya.
“Kami datang untuk memberi saran sekaligus membuka peluang kerja sama. Tidak mudah mengaplikasikan kebijakan,” tuturnya.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah dan akademisi, kami optimistis persoalan-persoalan di pulau bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” lanjut dia.
Sesnagkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir langsung dalam audiensi tersebut, menyambut baik kontribusi akademik dari Universitas Hasanuddin untuk konsep pembangunan di Pulau.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan kepulauan merupakan bagian tak terpisahkan dari visi pembangunan Kota Makassar, ke depan, khususnya dalam mewujudkan keadilan spasial dan pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam memastikan kebijakan yang diambil pemerintah daerah memiliki dasar ilmiah yang kuat,” katanya.
“Ini relevan dengan kondisi kekinian, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat pulau,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan tata kelola yang adaptif dan partisipatif menjadi kunci agar pembangunan kepulauan tidak lagi tertinggal, melainkan tumbuh sejajar dengan kawasan lainnya di Kota Makassar.
Pertemuan ini, sekaligus menandai penguatan sinergi antara Pemkot Makassar dan Unhas dalam mendorong perencanaan pembangunan kepulauan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Munafri memastikan Pemerintah Kota Makassar, menyiapkan sejumlah program strategis untuk memperkuat layanan dasar dan konektivitas kawasan kepulauan pada tahun 2026.
