Program tersebut meliputi penyediaan kapal transportasi laut, pengembangan dermaga, hingga pembangunan sekolah rakyat bagi anak-anak pulau.
Appi menjelaskan, penyediaan armada kapal penyeberangan menjadi salah satu prioritas utama untuk menunjang mobilitas masyarakat pulau.
“Mulai kapal, dermaga, dan sekolah rakyat itu kita targetkan jalan tahun ini. Tapi memang prosesnya masih dicarikan konsep,” ujar Munafri.
Selain transportasi laut, Munafri juga menekankan pentingnya ketersediaan infrastruktur dermaga yang layak. Ia menilai Dermaga Kayu Bangkoa yang selama ini digunakan belum memenuhi standar sebagai dermaga penumpang yang representatif.
Di sektor pendidikan, Appi menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak pulau melalui pembangunan sekolah rakyat dengan konsep boarding school.
Ia mengungkapkan telah berulang kali mengusulkan pembangunan sekolah rakyat di pulau kepada Kementerian Sosial.
“Kami dorong sekolah rakyat ini dibangun di pulau agar anak-anak tidak setiap hari harus melawan ombak untuk sekolah. Persyaratannya memang ketat, seperti kebutuhan lahan tujuh hektar, tapi kami minta ada pengecualian untuk wilayah pulau,” terangnya.
Menurutnya, keterbatasan jenjang pendidikan di pulau menyebabkan banyak anak hanya bisa bersekolah hingga tingkat tertentu.
Jika di pulau hanya tersedia SD, maka pendidikan anak berhenti di jenjang tersebut. Karena itu, konsep boarding dinilai menjadi solusi efektif.
Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan alternatif lain berupa rumah singgah atau asrama khusus bagi anak-anak pulau yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, mengingat akses SMA di pulau masih sangat terbatas.
