Makassartoday.com, Denpasar – Bali bakal jadi panggung toleransi dunia pada 19 Maret 2026. Hari Suci Nyepi Caka 1948 dipastikan jatuh bersamaan dengan malam Takbiran Idul Fitri 1447 H. Biar nggak bentrok dan tetap adem.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali resmi menerbitkan Seruan Bersama terkait pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Langkah ini diambil mengingat perayaan Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Keputusan ini bertujuan untuk memastikan kedua ibadah besar tersebut dapat berjalan khidmat sekaligus menjaga harmoni antarumat beragama di Pulau Dewata yang selama ini dikenal sangat erat.
Aturan Pelaksanaan Nyepi dan Takbiran
Dalam seruan tersebut, ditegaskan bahwa seluruh rangkaian Catur Brata Penyepian tetap dilaksanakan sesuai tradisi, di mana seluruh aktivitas masyarakat dihentikan total selama 24 jam. Namun, terdapat penyesuaian khusus untuk pelaksanaan malam Takbiran:
Pembatasan Lokasi: Takbiran hanya diperbolehkan dilaksanakan di dalam masjid atau mushala terdekat.
Tanpa Pengeras Suara: Selama prosesi takbiran, umat Muslim diminta untuk tidak menggunakan pengeras suara keluar guna menghormati kekhusyukan umat Hindu yang sedang melaksanakan Nyepi.
Larangan Pawai: Tidak diperkenankan adanya takbir keliling atau konvoi di jalan raya.
Wajib Dipatuhi Wisatawan
Ketentuan dalam seruan bersama ini tidak hanya berlaku bagi penduduk lokal, tetapi juga bersifat wajib bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali.
“Kesepakatan ini adalah wujud nyata moderasi beragama di Bali. Kami meminta seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelancong, untuk menghormati aturan ini demi kenyamanan bersama,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Pihak keamanan desa adat (Pecalang) bersama aparat kepolisian akan melakukan pengawasan ketat di lapangan untuk memastikan seluruh poin dalam seruan bersama ini berjalan sesuai kesepakatan.

