Appi juga mengingatkan bahwa wilayah kepulauan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat setempat.
Menurutnya, seluruh masyarakat Kota Makassar harus diperlakukan setara tanpa perbedaan, termasuk warga pulau.
” Pulau ini bukan hanya tanggung jawab camat atau kapolsek. Ini tanggung jawab kita semua. Tidak ada perbedaan, semua masyarakat harus mendapat perhatian yang sama,” tegasnya.
Dalam bidang transportasi, Munafri mengungkapkan rencana peluncuran program “pete-pete laut” pada tahun 2016 ini. Program tersebut berupa layanan kapal yang akan beroperasi secara gratis dan terjadwal untuk menghubungkan antar pulau.
Program ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi yang selama ini harus melalui Kota Makassar, sehingga lebih efisien terutama bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Kapal rute pulau ini, akan melayani antar pulau setiap hari. Kita mulai dengan satu unit untuk melihat skema terbaik, lalu akan dikembangkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Di sektor energi, Pemerintah Kota Makassar juga menargetkan penyediaan listrik 24 jam di wilayah kepulauan.
Munafri menyebutkan, pihaknya tengah mengkaji berbagai alternatif, termasuk pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya.
“Insya Allah paling lambat tahun depan, listrik 24 jam di Pulau Barrang Lompo bisa terealisasi,” katanya optimistis.
Di bidang perlindungan jaminan sosial, Munafri mengungkapkan bahwa pemerintah Kota telah menjamin sekitar 81.000 masyarakat melalui program BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan kecelakaan dan kematian.

