Makassartoday.com, Makassar ⁶ Suasana di Mapolrestabes Makassar mulai melandai pada Sabtu pagi (25/4/2026). Sebanyak 99 mahasiswa yang sempat diamankan pasca-bentrokan di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat malam tadi, kini telah dipulangkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemulangan para mahasiswa tersebut dilakukan secara bertahap. Sekitar pukul 05.44 WITA, kurang lebih 99 orang yang ditahan resmi dibebaskan dari gedung Satreskrim Polrestabes Makassar setelah menjalani pendataan dan pemeriksaan intensif selama beberapa jam.
Pembebasan ini menjadi titik terang setelah sebelumnya polisi mengamankan total 109 mahasiswa guna meredam ketegangan di lapangan.
”Benar, sebagian besar mahasiswa yang diamankan semalam sudah dipulangkan sejak pagi buta tadi. Prosesnya dilakukan secara persuasif setelah dipastikan mereka tidak terlibat langsung dalam tindak pidana berat saat bentrokan terjadi,” ujar sumber di kepolisian.
Sementara itu, kondisi di depan Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo dilaporkan sudah kembali normal. Arus lalu lintas yang sempat lumpuh total akibat blokade jalan dan aksi saling lempar batu antara mahasiswa dengan kelompok massa lain, kini sudah dapat dilalui kendaraan dengan lancar.
Petugas kebersihan dari Pemerintah Kota Makassar juga terlihat mulai membersihkan sisa-sisa batu dan sampah yang berserakan di badan jalan sejak pukul 06.00 WITA tadi.
Kericuhan pecah pada Jumat malam (24/4) dalam aksi peringatan tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah (AMARAH). Aksi yang semula berjalan tertib berubah menjadi bentrokan fisik yang melibatkan kelompok massa berjaket ojek online. Akibat insiden tersebut, sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan dan beberapa unit kendaraan roda dua milik mahasiswa dilaporkan hancur.
Pihak Rektorat UMI sendiri dikabarkan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh mahasiswanya kembali dalam kondisi aman dan memantau kerugian materil di dalam area kampus.

