By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Menakar ‘Loncatan’ Makassar di Bawah Kendali MULIA
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Opini > Menakar ‘Loncatan’ Makassar di Bawah Kendali MULIA
Opini

Menakar ‘Loncatan’ Makassar di Bawah Kendali MULIA

admin
admin
Share
4 Min Read
Ras MD./Foto: Istimewa
SHARE

Oleh: Ras MD

Ada sebuah pameo lama dalam politik perkotaan: pemimpin baru biasanya membutuhkan waktu “bulan madu” yang lama untuk sekadar memahami labirin birokrasi. Namun, apa yang terjadi di Makassar di bawah kemudi Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) tampaknya mematahkan stigma tersebut. Belum genap setahun berjalan, wajah ibu kota Sulawesi Selatan ini mulai menunjukkan perubahan yang bukan sekadar kosmetik, melainkan fundamental.

Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Baru-baru ini, data dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menyentuh angka 8,76. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya deretan desimal. Namun bagi warga Makassar yang sehari-hari berurusan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), angka ini adalah manifestasi dari layanan yang semakin responsif dan profesional.

Periklanan
Ad imageAd image

Survei kebijakan pada Februari 2026 yang mencatat tingkat kepuasan publik sebesar 80,01% mempertegas satu hal: masyarakat merasakan kehadiran negara di ruang-ruang publik mereka. Penataan parkir liar yang selama ini menjadi “penyakit menahun” hingga penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang lebih manusiawi, menjadi bukti bahwa ketegasan bisa berjalan beriringan dengan keteraturan.

Pengakuan Pusat dan Standar Nasional

Efektivitas pemerintahan MULIA tidak hanya menjadi konsumsi lokal. Kementerian Dalam Negeri, melalui Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), menempatkan Makassar sebagai satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan dengan predikat kinerja tinggi (skor 3,6171).

Ini adalah rapor biru yang komprehensif. Artinya, Makassar berhasil mengawinkan antara pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, dengan tata kelola keuangan yang transparan. Keberhasilan ini sulit dicapai jika Wali Kota tidak menerapkan gaya kepemimpinan kolaboratif yang melibatkan Forkopimda dan partisipasi aktif warga.

“Kepemimpinan bukan sekadar simbol atau jargon di baliho, melainkan kerja nyata yang terukur dan berdampak langsung ke meja makan serta kenyamanan warga di jalanan.”

Lompatan Toleransi dan Prestasi Dunia

Salah satu kejutan terbesar adalah data dari SETARA Institute tahun 2026. Makassar melonjak drastis dari peringkat ke-52 (2024) menjadi peringkat ke-9 kota paling toleran di Indonesia. Kenaikan 43 peringkat ini adalah sinyal kuat bahwa kohesi sosial di Makassar sedang berada di titik terbaiknya. Di tengah keberagaman penduduk di atas satu juta jiwa, menjaga harmoni adalah prestasi yang setara dengan membangun infrastruktur fisik.

Tak berhenti di level nasional, gaung Makassar bahkan sampai ke New York. Program Revitalizing Informal Settlements and Their Environment (RISE) berhasil menembus lima besar proyek terbaik dunia di ajang WRI Ross Center Prize for Cities. Bersaing dengan 300 kota dari berbagai belahan dunia membuktikan bahwa inovasi lingkungan Makassar kini memiliki standar global.

Menjaga Momentum

Tentu, tantangan ke depan tidaklah ringan. Namun, fondasi yang diletakkan pasangan MULIA dalam waktu singkat ini telah membangun rasa optimisme. Jika konsistensi ini terjaga, Makassar bukan lagi sekadar pintu gerbang Indonesia Timur, melainkan rujukan utama pembangunan kota yang inklusif, toleran, dan berdaya saing internasional.

Kita tidak lagi melihat pemerintah yang hanya “bekerja”, tapi pemerintah yang “berakselerasi”. Dan bagi warga Makassar, percepatan inilah yang sudah lama dinantikan.

(Penulis adalah Pengamat kebijakan publik dari Parameter Publik Indonesia) 

You Might Also Like

Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase

Gebrakan Hardiknas 2026: Wali Kota Makassar Kukuhkan Tim Relawan Jemput Anak Putus Sekolah

Makassar Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia, Bukan Capaian Instan!

Dampak Ekonomi Event Komunitas Besar, Appi Targetkan Makassar Jadi Titik Start-Finish Mandatory Touring HDCI

Daftar Sekolah di Makassar Tak Perlu Antre Lagi, Cukup Pantau Real-Time via LONTARA+

TAGGED: Munafri Arifuddin, Opini, Pemkot Makassar
admin Mei 4, 2026 Mei 4, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Terciduk TRC Perumda Parkir, Jukir Viral di Jalan Pasar Ikan Beri Pembelaan: Kendaraannya Ditinggal ke Pulau 6 Jam
Next Article Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Tanpa Penertiban, Warga Tamalanrea Bongkar Mandiri 6 Lapak di Atas Drainase
Metro Mei 4, 2026
Terciduk TRC Perumda Parkir, Jukir Viral di Jalan Pasar Ikan Beri Pembelaan: Kendaraannya Ditinggal ke Pulau 6 Jam
Metro Mei 3, 2026
Viral! Oknum Jukir di Makassar Peras Pengendara Rp20 Ribu, Dirut PD Parkir: Jangan Bayar Melebihi Karcis!
Metro Mei 3, 2026
Pemerintah Siapkan CNG Pengganti LPG 3 Kg, Diklaim Lebih Murah 40 Persen
Nasional Mei 3, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?