Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Metro » RSUD Daya Makassar Edukasi Syarat Donor Darah Lewat Program ‘BIKANGDOANG’

RSUD Daya Makassar Edukasi Syarat Donor Darah Lewat Program ‘BIKANGDOANG’

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar terus berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan dan kepedulian sesama. Salah satunya melalui inovasi program edukasi bertajuk BIKANGDOANG (Bincang Kesehatan Dengan Orang Tersayang).

Dalam sesi terbaru, program ini menghadirkan dokter spesialis patologi klinik RSUD Daya Makassar, dr. Rini Rahman, Sp.P.K., yang mengupas tuntas mengenai pentingnya memahami syarat, kriteria, serta kondisi yang tepat sebelum seseorang melakukan donor darah.

Menurut dr. Rini, donor darah bukan sekadar aktivitas sosial biasa, melainkan sebuah tindakan kemanusiaan yang mampu memberikan napas baru bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit atau dalam kondisi kritis. Namun, untuk memastikan darah yang didonorkan aman baik bagi pendonor maupun penerima (resipien), ada prosedur dan kriteria ketat yang harus dipenuhi.

“Satu tindakan kecil dari kita bisa menjadi napas baru bagi mereka yang membutuhkan. Lewat program BIKANGDOANG ini, kami ingin masyarakat lebih paham bahwa mempersiapkan diri dengan kondisi tubuh yang prima adalah kunci utama sebelum mendonor,” ujar dr. Rini Rahman.

Ulasan: Mengapa Memahami Syarat Donor Darah Itu Penting?

Secara medis, donor darah memiliki protokol seleksi yang ketat untuk menghindari risiko penularan penyakit menular melalui transfusi (Iwat). Secara umum, kriteria dasar bagi seorang pendonor darah meliputi usia minimal 17 tahun hingga 60 tahun, memiliki berat badan yang cukup (minimal 45 kg), serta kadar hemoglobin (Hb) dan tekanan darah yang berada dalam batas normal.

Sebelum jarum disuntikkan, tim medis di RSUD Daya akan melakukan pemeriksaan fisik terukur (screening) dan wawancara riwayat kesehatan. Pendonor diwajibkan dalam kondisi fit, cukup tidur (minimal 5 jam sebelum donor), tidak sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik, serta tidak memiliki riwayat penyakit kronis atau infeksi menular.

Edukasi seperti yang dilakukan dalam program BIKANGDOANG ini dinilai sangat krusial. Banyak calon pendonor yang terpaksa ditolak di lokasi (drop out) hanya karena kurangnya persiapan sederhana, seperti begadang semalaman atau belum sarapan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa mempersiapkan fisik mereka jauh-jauh hari sebelum datang ke unit transfusi darah.

Manfaat Kesehatan Bagi Pendonor

Tidak hanya bermanfaat bagi penerima, ulasan medis menunjukkan bahwa donor darah secara rutin juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan sang pendonor itu sendiri.

Mendonorkan darah secara berkala dapat membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko stroke, membantu kelancaran sirkulasi darah, hingga merangsang produksi sel-sel darah merah yang baru di dalam tubuh. Selain itu, proses screening gratis sebelum donor secara tidak langsung menjadi sarana deteksi dini bagi kesehatan pendonor.

Melalui momentum ini, RSUD Daya Kota Makassar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu dan menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Sesuai dengan slogan yang digaungkan, “Setetes Darah, Sejuta Harapan,” setiap individu berkesempatan menjadi pahlawan kemanusiaan yang nyata bagi sesama.

(ADV)

  • person
Bagikan Threads
expand_less