Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Viral » Viral Tradisi ‘Makan Batalam Bekipas Pangeran’ di Tabalong Dikritik Warganet, Dituduh Perbudakan Modern

Viral Tradisi ‘Makan Batalam Bekipas Pangeran’ di Tabalong Dikritik Warganet, Dituduh Perbudakan Modern

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar — Unggahan video kegiatan peringatan Maulid Nabi di Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendadak viral dan memicu perdebatan sengit di media sosial. Tradisi lokal yang dinamakan Makan Batalam Bekipas Pangeran tersebut mendapat sorotan tajam dari warganet.

Dalam potongan video yang beredar, tampak sejumlah warga tetap menggunakan kipas tangan tradisional untuk mengipasi tamu yang sedang menikmati hidangan di atas talam (nampan besar), meskipun fasilitas kipas angin listrik sudah tersedia di lokasi acara.

Pemandangan ini memantik beragam reaksi dari netizen. Sebagian besar warganet menilai gestur mengipasi orang lain saat makan tersebut terkesan tidak manusiawi pada zaman sekarang dan bahkan menyamakannya dengan bentuk “perbudakan modern” yang dinilai tak lagi relevan.

Namun, di balik narasi liar yang berkembang di media sosial, aksi tersebut merupakan bagian dari warisan kebudayaan masyarakat Banjar yang penuh makna simbolis.

Media Center Tabalong melalui akun resmi X (Twitter) menjelaskan bahwa tradisi Makan Batalam Bekipas Pangeran dari Kecamatan Banua Lawas merupakan warisan budaya berusia ratusan tahun. Tradisi ini dilakukan sebagai lambang kebersamaan, rasa bersaudara, serta bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu agung saat bersantap bersama dari satu talam.

Penggunaan kipas tangan tradisional di era modern ini tetap dipertahankan sebagai upaya menjaga nuansa kebudayaan dan nilai-nilai kearifan lokal agar tidak tergerus oleh zaman.

  • person
Bagikan Threads
expand_less