Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kampus » Aksi Nyata Kampus di Pangkep: Mahasiswa STIA YAPPI Ajak Warga Rawat Lingkungan dan Bantu Kelompok Rentan

Aksi Nyata Kampus di Pangkep: Mahasiswa STIA YAPPI Ajak Warga Rawat Lingkungan dan Bantu Kelompok Rentan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Pangkep — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YAPPI Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026).
Mengusung tema “Penguatan Kepedulian Sosial dan Solidaritas Masyarakat”, kegiatan ini digelar sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus langkah nyata merespons mulai memudarnya tradisi gotong royong dan minimnya ruang interaksi antarwarga.

Ketua Pelaksana PKM, Musalin, S.E., M.M., menjelaskan bahwa program ini dirancang menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Warga tidak hanya diposisikan sebagai pendengar, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami berfokus pada tiga pilar utama, yakni penyuluhan solidaritas sosial, pendampingan aksi gotong royong, serta fasilitasi bantuan bagi kelompok rentan seperti lansia, warga kurang mampu, dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Tak sekadar teori, aksi nyata juga ditunjukkan melalui edukasi pembuatan tempat sampah yang melibatkan mahasiswa, aparat Babinsa, dan masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Libatkan Berbagai Element Masyarakat

Sekitar 30 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, ibu rumah tangga, hingga kelompok rentan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Bagi mahasiswa STIA YAPPI Makassar, keterlibatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual untuk menerapkan ilmu Administrasi Publik secara langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa dilatih mengasah kepekaan sosial, perencanaan program, serta kemampuan komunikasi publik.

“Kami menemukan bahwa penguatan solidaritas sosial tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan seremonial. Diperlukan pemberdayaan yang konsisten agar kepedulian menjadi budaya sehari-hari,” tambah Musalin.

Secara teknis, efektivitas kegiatan ini diukur melalui pre-test dan post-test serta pemantauan partisipasi warga. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran warga terkait pentingnya komunikasi serta rasa saling peduli.

Sinergi Berkelanjutan

Kegiatan ini turut didukung penuh oleh pimpinan civitas academica STIA YAPPI Makassar. Dr. Indriati Amirullah, M.S. bertindak sebagai Pelindung, Dr. Syafaruddin, M.Pd. sebagai Penasihat, Dr. Nurasia Natsir, M.Hum. sebagai Penanggung Jawab, serta Nur Intan selaku Ketua Panitia Mahasiswa.

Sebagai langkah tindak lanjut, LPPM STIA YAPPI Makassar merencanakan Kelurahan Bontolangkasa menjadi kawasan binaan pengabdian berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan warga lokal, program ini diharapkan dapat memperkuat modal sosial berupa kepercayaan, kebersamaan, dan kepedulian sebagai fondasi mewujudkan masyarakat yang tangguh serta mandiri.

  • person
Bagikan Threads
expand_less