Hujan Perdana di Makassar Disambut Suka Cita Warga, Sejumlah Ruas Jalan Ikut Tergenang
- calendar_month 19 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Langit Kota Makassar akhirnya pecah. Setelah berminggu-minggu dipanggang cuaca terik dan kemarau yang menyengat, guyuran hujan perdana menyapa berbagai sudut kota pada Selasa (27/10/2026), petang. Kehadiran air dari langit ini sontak disambut gelombang suka cita oleh warga, meski di waktu yang sama, sejumlah ruas jalan utama langsung menghadapi ujian genangan air.
Bagi warga setempat, hujan kali ini bukan sekadar perubahan cuaca biasa. Ia datang sebagai pelepas rindu setelah sekian lama bergelut dengan udara gerah dan debu jalanan yang pekat.
Sambutan Hangat dari Warga
Begitu tetesan air mulai jatuh, ekspresi lega terpancar jelas di wajah warga. Sejumlah pengendara roda dua tampak menepi sejenak untuk menikmati udara sejuk yang mendadak merangsek masuk ke tengah kota. Media sosial pun langsung ramai dibanjiri unggahan status bernada syukur dari warganet.
“Alhamdulillah, senang rasanya bisa merasakan udara dingin lagi setelah berhari-hari panas banget. Semoga ini tanda berkah buat semuanya,” ungkap Rahmad, seorang warga yang sedang beraktivitas di kawasan Panakkukang.
Tidak hanya membawa kesejukan bagi pernapasan warga, hujan ini juga diharapkan mampu memulihkan pasokan air bersih serta menyegarkan kembali ruang-ruang terbuka hijau di penjuru kota.
Wali Kota Makassar: Syukuri Rahmat, Perintahkan Jajaran Siaga Cepat
Menanggapi datangnya hujan perdana ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak masyarakat untuk mensyukuri rahmat tersebut. Namun di sisi lain, ia langsung bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh jajaran birokrasi, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk bersiaga penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Instruksi tegas dikeluarkan agar tim teknis langsung turun ke lapangan memantau titik-titik aliran air guna mengantisipasi penumpukan debit air hujan yang turun secara tiba-tiba.
“Kita patut bersyukur atas hujan hari ini setelah kemarau panjang. Tapi saya sudah instruksikan Dinas PU dan Satgas Drainase untuk langsung siaga di titik-titik rawan, memastikan saluran air lancar dan tidak ada hambatan sampah,” tegas Wali Kota Makassar.
Ia juga tak lupa menitipkan pesan penting kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya. Peran aktif warga dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah saluran air tersumbat di tengah musim transisi ini.
Tantangan Baru: Genangan Air di Titik-Titik Utama
Di balik keriangan warga menyambut hujan, realitas infrastruktur perkotaan kembali diuji. Durasi hujan yang cukup intens dalam beberapa jam memicu timbulnya genangan air di sejumlah titik langganan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan setinggi mata kaki hingga mencapai sekitar 30 sentimeter tampak mengepung beberapa ruas jalan protokol, seperti di kawasan Jalan A.P. Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo, hingga Jalan Perintis Kemerdekaan. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa area permukiman dataran rendah di Kecamatan Manggala.
Situasi ini kontan membuat laju kendaraan bermotor melambat dan memicu antrean panjang di beberapa titik persimpangan. Beruntung, reaksi cepat ditunjukkan oleh petugas Satgas Dinas PU yang sigap turun tangan membersihkan saluran air dari tumpukan sampah plastik agar air bisa segera surut.
Antisipasi Musim Peralihan
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa wilayah Sulawesi Selatan kini memasuki fase peralihan musim (pancaroba). Warga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan perdana kerap kali disertai angin kencang dan sambaran petir secara mendadak.
Bagi para pengendara, kehati-hatian ekstra sangat diperlukan saat melintas di jalanan licin demi keselamatan bersama di awal musim penghujan ini.
- person

