Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » Health » Awas, Jangan Sepelekan Mandi Hujan Pertama! Ini Alasan Ilmiah Mengapa Bisa Mengganggu Kesehatan

Awas, Jangan Sepelekan Mandi Hujan Pertama! Ini Alasan Ilmiah Mengapa Bisa Mengganggu Kesehatan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar – Bagi sebagian orang, guyuran air hujan pertama di awal musim pancaroba seringkali menghadirkan nostalgia atau keseruan tersendiri. Tidak sedikit yang sengaja keluar rumah untuk menikmati sensasi “mandi hujan”.

Namun, di balik keseruan tersebut, dunia medis dan otoritas kesehatan kerap memperingatkan agar masyarakat—terutama anak-anak—menghindari kebiasaan mandi hujan, khususnya hujan pertama di musim peralihan.

Mengapa air hujan yang turun pertama kali begitu diwaspadai? Berikut adalah penjelasan ilmiah di balik risiko kesehatan yang mengintai.

1. “Pencuci Udara”: Hujan Pertama Membawa Polutan Berbahaya

Secara ilmiah, tetesan air hujan yang pertama kali jatuh ke bumi berfungsi sebagai scavenger alami atau pembersih udara (atmosfer).

Saat musim kemarau yang panjang, berbagai polutan hasil emisi kendaraan bermotor, pabrik, debu jalanan, hingga gas-gas polutan seperti sulfur dioksida (SO2​) dan nitrogen oksida (NO2​) menumpuk di udara.

Ketika hujan pertama turun, seluruh polutan tersebut terikat oleh air hujan, yang kemudian membuat tingkat keasaman (pH) air hujan menjadi lebih tinggi (asam).

Organisasi kesehatan dan lingkungan kerap mengingatkan bahwa paparan langsung air hujan berpolutan ini berisiko memicu:

Iritasi dan Infeksi Kulit: Air hujan yang tercemar bahan kimia dan partikel polusi dapat menyebabkan kulit mengalami kemerahan, gatal-gatal, dermatitis kontak, hingga ruam bagi pemilik kulit sensitif.

Gangguan Pernapasan: Spora jamur, debu, dan mikroorganisme yang ikut terbawa turun dari udara dapat terhirup dan memicu kambuhnya gejala asma atau rhinitis alergi.

2. Kontaminasi Kotoran dari Atap dan Lingkungan
Jika Anda mandi hujan di area permukiman, air yang mengguyur tubuh sering kali bukan air murni dari awan. Air hujan tersebut biasanya mengalir melewati genteng atau atap rumah yang penuh dengan kotoran burung, debu, bangkai serangga, hingga kuman penyakit.

Berdasarkan studi mikrobiologi lingkungan, air tampungan atau cipratan hujan di area terbuka sering kali mengandung ribuan mikroorganisme patogen, termasuk bakteri pencernaan jika percikannya mengenai area wajah atau tanpa sengaja tertelan.

3. Penurunan Suhu Tubuh Drastis dan Penurunan Imunitas
Alasan ilmiah berikutnya berkaitan dengan termoregulasi tubuh manusia. Ketika tubuh terguyur air hujan yang dingin secara tiba-tiba, suhu inti tubuh akan mengalami penurunan drastis (hipotermia ringan).

Meskipun secara medis flu atau batuk disebabkan oleh infeksi virus (seperti Rhinovirus), penurunan suhu tubuh akibat basah-basahan dapat memicu vasokonstriksi (menyempitnya pembuluh darah) di saluran pernapasan atas. Kondisi ini membuat pertahanan lokal selaput lendir hidung dan tenggorokan melemah, sehingga virus yang tadinya dorman atau mudah masuk menjadi lebih leluasa menginfeksi tubuh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui berbagai imbauan musim pancaroba selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh karena fluktuasi cuaca ekstrem sangat rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza, hingga demam.

Tips Aman Melindungi Diri di Musim Hujan
Mengingat risiko kesehatan di atas, para ahli menyarankan beberapa langkah antisipasi, khususnya bagi anak-anak dan pemilik riwayat alergi:

Sediakan Payung atau Jas Hujan: Selalu sedia perlengkapan anti-hujan di dalam tas saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari basah kuyup.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan – Kemenkes
Segera Mandi Air Hangat: Jika terlanjur kehujanan, segera ganti pakaian dan mandi menggunakan air hangat. Air hangat membantu mengembalikan suhu tubuh normal dan melancarkan kembali sirkulasi darah.

Konsumsi Makanan Bergizi dan Vitamin: Perkuat sistem imun tubuh dengan asupan gizi seimbang, buah kaya vitamin C, dan istirahat yang cukup agar tidak mudah terserang penyakit khas pancaroba.

Yuk, lebih bijak menjaga kesehatan diri dan keluarga di musim hujan!

  • person
Bagikan Threads
expand_less