Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » Health » Tak Hanya Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Juga Ancam Kesehatan Mata! Ini Imbauan Dokter

Tak Hanya Ganggu Pernapasan, Kabut Asap Juga Ancam Kesehatan Mata! Ini Imbauan Dokter

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar — Fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mulai menyelimuti wilayah Kota Makassar dan sekitarnya. Sebagian besar masyarakat umumnya berfokus pada dampak asap terhadap sistem pernapasan seperti ISPA. Padahal, paparan kabut asap yang pekat juga membawa risiko bahaya serius bagi kesehatan penglihatan.

Dokter Spesialis Mata dari Primaya Hospital Hertasning Makassar, dr. Hendra Kusuma, Sp.M, M.Kes, menjelaskan bahwa paparan asap kebakaran hutan membawa berbagai jenis polutan kimia yang berbahaya bagi organ luar tubuh, terutama mata yang berinteraksi langsung dengan udara bebas.

“Kabut asap tersebut bukan hanya mengandung satu jenis polutan saja, dan bukan hanya mempengaruhi paru-paru kita, namun juga sangat berpengaruh pada kesehatan mata,” ujar dr. Hendra.

Ia mengungkapkan, belakangan ini terjadi peningkatan jumlah pasien yang berkonsultasi akibat mengalami masalah mata iritasi hingga mata kering akibat terpapar polusi asap.

Dampak Kabut Asap pada Penglihatan

Asap karhutla mengandung partikel mikro (particulate matter) serta senyawa berbahaya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. Ketika hinggap di permukaan mata, partikel ini dapat merusak lapisan air mata (film air mata), memicu reaksi peradangan, mata merah, pedih, hingga kondisi mata kering (dry eye).

Langkah Pencegahan & Perlindungan Mata

Untuk mengantisipasi dampak buruk kabut asap pada penglihatan, dr. Hendra membagikan beberapa tips praktis yang bisa diterapkan masyarakat sehari-hari:

Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Jika tidak ada urusan mendesak, usahakan tetap berada di dalam ruangan guna mengurangi eksposur mata terhadap asap dan polutan udara.

Gunakan Obat Tetes Mata Penyegar (Artificial Tears)

Bila mata mulai terasa kering, mengganjal, atau kurang nyaman akibat asap, gunakan obat tetes mata penyegar (air mata buatan) untuk membantu membilas polutan dan menjaga kelembapan mata.

Hindari Lensa Kontak, Gunakan Kacamata

Bagi pengguna lensa kontak (softlens), disarankan untuk beralih sementara ke kacamata biasa. Penggunaan lensa kontak di tengah paparan kabut asap dapat mempertinggi risiko iritasi, infeksi, dan penumpukan partikel kotoran di balik lensa.

Kapan Harus ke Dokter?

dr. Hendra menegaskan agar masyarakat tidak meremehkan gejala mata merah atau perih akibat asap. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau disertai rasa nyeri dan penurunan kualitas penglihatan, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata.

“Jika mata terasa merah dan tidak nyaman, segera ke dokter mata terdekat. Dalam banyak kasus, iritasi yang berkelanjutan bisa memperburuk kondisi mata dan menimbulkan ketidaknyamanan yang parah,” pungkasnya.

 

 

  • person
Bagikan Threads
expand_less