By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Kepemimpinan Berbasis Etika dalam Kesehatan Masyarakat, Tantangan dan Harapan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Opini > Kepemimpinan Berbasis Etika dalam Kesehatan Masyarakat, Tantangan dan Harapan
Opini

Kepemimpinan Berbasis Etika dalam Kesehatan Masyarakat, Tantangan dan Harapan

admin
admin
Share
3 Min Read
Fitri Adriani
SHARE

Oleh: Fitri Adriani

Dalam dunia kesehatan masyarakat, kepemimpinan berbasis etika menjadi fondasi utama dalam menciptakan kebijakan dan keputusan yang adil serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Pemimpin dalam sektor ini tidak hanya bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan strategis, tetapi juga harus memastikan bahwa keputusan tersebut tidak melanggar prinsip-prinsip moral dan etika profesi. Namun, di tengah dinamika global dan tantangan kesehatan yang semakin kompleks, implementasi kepemimpinan etis sering kali menghadapi berbagai kendala.

Salah satu isu utama dalam kepemimpinan etika kesehatan masyarakat adalah konflik kepentingan. Dalam beberapa kasus, keputusan yang diambil pemimpin dapat dipengaruhi oleh tekanan politik, ekonomi, atau kepentingan industri tertentu. Hal ini dapat mengarah pada kebijakan yang kurang berpihak kepada masyarakat atau kelompok rentan.

Periklanan
Ad imageAd image

Sebagai contoh, dalam distribusi sumber daya kesehatan seperti vaksin atau obat-obatan, keputusan yang tidak transparan dapat merugikan kelompok tertentu dan memperdalam ketimpangan akses layanan kesehatan.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi adalah dilema dalam pengambilan keputusan berbasis bukti.

Pemimpin sering kali dihadapkan pada situasi di mana mereka harus menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat, keterbatasan anggaran, dan data ilmiah yang tersedia. Dalam kondisi darurat kesehatan seperti pandemi, misalnya, keputusan cepat harus diambil berdasarkan bukti yang ada, tetapi tetap mempertimbangkan aspek keadilan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam kepemimpinan kesehatan masyarakat. Pemimpin perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan moral.

Kedua, partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan harus lebih ditingkatkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat.

Ketiga, pendidikan dan pelatihan terkait etika kepemimpinan dalam kesehatan masyarakat harus diperkuat, sehingga para pemimpin memiliki landasan etis yang kuat dalam setiap keputusan yang mereka buat.

Sebagai mahasiswa program doctoral pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Fitri Adriani berharap dapat turut serta dalam mengembangkan kepemimpinan berbasis etika di bidang ini. Melalui penelitian dan kajian akademik, berkontribusi dalam menghasilkan kebijakan yang berbasis bukti, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Selain itu, Fitri berharap dapat berperan dalam mendidik calon pemimpin kesehatan masyarakat agar memiliki pemahaman yang kuat tentang etika dan tanggung jawab moral dalam setiap keputusan yang mereka ambil.

Harapannya juga agar kepemimpinan berbasis etika dapat diterapkan dengan baik dalam sistem kesehatan masyarakat, sehingga

setiap kebijakan yang diambil benar-benar mengutamakan keadilan, kesejahteraan, dan akses kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Dengan memperkuat kepemimpinan berbasis etika, diharapkan sistem kesehatan masyarakat dapat lebih responsif, adil, dan berkelanjutan.

Kepemimpinan yang bertanggung jawab tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga memastikan bahwa setiap individu mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan bermartabat.

(Penulis adalah Doctoral Candidate FKM Universitas Hasanuddin)

You Might Also Like

Menggeser Paradigma Penataan PKL Makassar: Dari Estetika Menuju Pemberdayaan Digital

Lawan Sampah dari Dapur: Mahasiswa KKN Unhas Ajarkan Warga Kapasa Raya Budidaya Maggot

Pulau jadi Prioritas, Pemkot Makassar Gandeng Unhas Susun Kebijakan Adaptif

Sekolah Itu Membentuk Kepribadian, Bukan Sekedar Menjamin Ekonomi

Di Balik Angka Rapor, Ada Cita-Cita yang Tak Boleh Padam

TAGGED: Opini, Unhas
admin Maret 9, 2025 Maret 9, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Lahan Stadion Untia 5 Hektar, Appi Sebut Kapasitas 20 Ribu Penonton
Next Article Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar Hadiri Buka Puasa Bersama Tim BCC Batu Putih
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Dinsos Makassar Dirikan Dapur Umum di Abd Dg Sirua, Distribusi Makanan Siap Saji Mulai Disalurkan
Metro Februari 25, 2026
Pemkot Makassar Siapkan Rp73 Miliar untuk THR ASN, Anggaran Meningkat Dibanding Tahun Lalu
Metro Februari 25, 2026
Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Luwu Timur Sulawesi Selatan
Sulsel Februari 25, 2026
Ketinggian Air Meningkat, Basarnas Makassar Sisir Blok 8 Antang hingga Kodam III
Metro Februari 25, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?