By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Petinju ‘Raja Kelas Berat’ era 90 Asal Makassar Saharuddin Anhar Tutup Usia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Sport > Petinju ‘Raja Kelas Berat’ era 90 Asal Makassar Saharuddin Anhar Tutup Usia
Sport

Petinju ‘Raja Kelas Berat’ era 90 Asal Makassar Saharuddin Anhar Tutup Usia

admin
admin
Share
3 Min Read
Almarhum Saharuddin Anhar (tengah) semasa hidupnya saat dikunjungi Ketua Umum KONI Makassar Ahmad Susanto pada 10 September 2023 silam./Foto: dok
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Petinju legendaris adalan Sulawesi Selatan asal Kota Makassar yang di eranya dikenal sebagai ‘Raja Kelas Berat’, Saharuddin Anhar meninggal dunia karena sakit.

Peraih medali emas PON XV Jawa Timur 2000 ini meninggal dunia, pada Selasa (20/12026), pagi, di rumah kontrakannya yang sangat sederhana di Kompleks Kodam Lama Lorong 15, Borong, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Almarhum dikebumikan di hari yang sama usai shalat Azhar

Di era 90-an sampai 2000-an Saharuddin Anhar, dikenal sebagai raja kelas berat. Sebelum wafat ayah enam anak ini tengah berjuang melawan komplikasi penyakit gula darah dan ginjal sejak lima tahun terakhir.

Duding begitu ia kerap disapa bertahan hidup hingga usia 55 tahun. Selama ini ia menghabiskan hari-harinya di rumah kontrakannya yang sangat-sangat sederhana bersama enam orang anaknya.

Periklanan
Ad imageAd image

Semasa menjadi atlet, Dudding pernah mengukir sejumlah prestasi. Diantaranya meraih medali emas kelas berat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XV 2000 di Surabaya.

Dia juga punya prestasi internasional sebagai juara Sarung Tinju Emas (STE) 2000, 2001. Juga pernah mewakili Indonesia pada ajang SEA Games, dan Asian Games.

Kondisi Dudding lima tahun terakhir sungguh memprihatinkan. Ia tak lagi bisa bekerja. Jangankan berjalan. Untuk berdiri pun ia harus dibantu. Dudding harus dipapah oleh anak-anaknya.

Sementara untuk menghidupi keluarganya, perannya terpaksa digantikan oleh Suriyati, sang istri yang harus bekerja serabutan agar dapurnya tetap mengepul.

Ketua Umum Pengurus Pusat periode 2012-2016 A. Reza Ali menyampaikan turut berduka cita atas kepergian almarhum. “Innalillahi Wainailahi Rojiun. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yang layak di sisi Allah SWT,” kata Reza Ali.

Mantan anggota DPRD RI ini mengenang masa-masa kejayaan Dudding di era 90-an. ‘”Di eranya almarhum adalah petinju yang cukup disegani di kelasnya. Dia dijuluki raja kelas berat. Di luar ring keseharian dia dikenal sebagai pekerja keras demi menghidupi keluarganya,” ungkap Reza Ali.

Ketua Pengprov PERTINA Sulsel Harpen Reza Ali merasa kaget mendengar kabar duka ini. Ia juga menghaturkan turut berduka cita atas meninggalnya legenda tinju Sulsel yang pernahembawa nama harus Sulsel dan Indonesia di kancah tinju amatir. Khusunya di era +90-an.

”Innalillahi Wainailahi Rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya petinju legendaris Sulsel. Semoga Almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya,” kata Harpen Ali.

(**)

You Might Also Like

Gelar Jelajah Bumi BJ Habibie #4, TSM Tantang Komunitas Offroad Jaga Alam dan Bantu Evakuasi Bencana

Andini dan Dufri Masihor: Dua Petinju Terbaik Makassar Siap Guncang Ring Asia

Munafri Resmikan Rebound Padel, Perkuat Ekosistem Olahraga di Makassar

Jadi Ketua IPSI Makassar, Umiyati Janji Sumbang Medali Emas di Porprov Sulsel

HUT ke-6 PORDI Didukung HGI, Domino Bisa Diakui di Tingkat Nasional dan ASEAN

TAGGED: Kabar Duka, Pertina Sulsel
admin Januari 20, 2026 Januari 20, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi ke Posko Tompobulu
Next Article Rayakan Natal Bersama ASN Lingkup Pemkot Makassar, MULIA Teguhkan Inklusivitas dan Toleransi
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Appi Kenalkan LONTARA+ sebagai Kanal Aspirasi Warga Saat Safari Ramadan di Panakkukang
Metro Maret 5, 2026
Diduga Potong Dana Aspirasi Petani, Eks Anggota DPR dan Wakil Ketua DPRD Luwu Resmi Ditahan
Hukum Kriminal Maret 5, 2026
Andi Sudirman Dukung Penertiban PKL Makassar: Jangan Ada Bahu Jalan Jadi Lapak
Metro Maret 5, 2026
KPK Ungkap Modus ‘Perusahaan Ibu’ di Balik Korupsi Bupati Pekalongan
Nasional Maret 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?