Makassartoday.com, Makassar – PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) merealisasikan pembayaran santunan klaim Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha (Asmik KTU) senilai Rp140,5 juta kepada nasabah BRI Cabang Panakkukang di Makassar yang terdampak kebakaran.
Pembayaran klaim tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Unit Borong Raya Muhammad Dulhadi beserta jajaran pada Selasa (27/1/2026), sebagai tindak lanjut atas laporan klaim kebakaran yang menimpa tempat usaha nasabah.
Realisasi klaim ini menegaskan peran asuransi mikro sebagai instrumen mitigasi risiko bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam menjaga keberlangsungan usaha pascakejadian tak terduga.
Kepala Cabang BRI Panakkukang Deli Sopian mengatakan, kecepatan proses pembayaran klaim menjadi faktor penting dalam membantu pelaku usaha kembali beroperasi.
“Pembayaran santunan klaim ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha nasabah sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan,” ujarnya.
Menurut Deli, kepemilikan asuransi memberikan perlindungan terhadap risiko kerugian finansial yang berpotensi mengganggu stabilitas usaha. Hal ini sekaligus menjadi edukasi bagi pelaku UMKM mengenai pentingnya manajemen risiko melalui produk asuransi yang terjangkau.
BRI Insurance saat ini menyediakan berbagai produk asuransi mikro dengan premi rendah, berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per tahun, di antaranya Asmik KTU, Rumahku, Motorku, dan Proteksiku.
Produk-produk tersebut dirancang untuk menjangkau segmen usaha mikro yang selama ini masih minim penetrasi asuransi.
Dari sisi distribusi, BRI Insurance memperkuat layanan digital melalui aplikasi BRINSmobile.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan pembelian polis, pengajuan klaim, hingga mengakses informasi layanan pendukung secara digital.
Langkah ini sejalan dengan strategi BRI Insurance dalam memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan literasi asuransi di sektor UMKM.
Ke depan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang mudah diakses, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
(**)
