By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Lupa Mandi Wajib Hingga Imsak, Apakah Puasa Tetap Sah? Simak Penjelasan Hadisnya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Religi > Lupa Mandi Wajib Hingga Imsak, Apakah Puasa Tetap Sah? Simak Penjelasan Hadisnya
Religi

Lupa Mandi Wajib Hingga Imsak, Apakah Puasa Tetap Sah? Simak Penjelasan Hadisnya

admin
admin
Share
3 Min Read
Ilustrasi
SHARE

Makassartoday.com – Masalah hadas besar atau junub di bulan Ramadan sering kali memicu kebingungan di kalangan umat Muslim. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bagaimana jika seseorang tertidur setelah berhubungan suami istri di malam hari, lalu baru terbangun setelah fajar (Subuh) tanpa sempat mandi wajib?

Apakah puasanya otomatis batal atau tetap bisa dilanjutkan? Berikut adalah ulasan lengkap berdasarkan dalil sahih dan pendapat para ulama.

Merujuk pada Kebiasaan Rasulullah SAW

Ketentuan mengenai hal ini ternyata sudah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah mengalami kondisi serupa.

Periklanan
Ad imageAd image

“Nabi Muhammad SAW pernah berpagi hari dalam kondisi junub karena jimak, kemudian beliau mandi dan terus berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadis ini, Imam ash-Shan’ani dalam kitab Subulus Salam menegaskan bahwa seseorang yang memasuki waktu pagi (Subuh) dalam keadaan junub, puasanya tetap sah. Bahkan, Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa hal ini telah menjadi kesepakatan atau ijma’ para ulama.

Suci Bukan Syarat Sah Puasa

Dalam fiqih mazhab Syafi’i, penting untuk dipahami bahwa suci dari hadas besar bukanlah syarat sah puasa. Syarat utama puasa adalah niat di malam hari dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam.

Oleh karena itu, jika seseorang sudah berniat puasa pada malam hari namun belum sempat mandi wajib saat azan Subuh berkumandang, ia tetap boleh melanjutkan puasanya.

Anjuran Mandi Sebelum Fajar

Meski sah, bukan berarti kita dianjurkan untuk menunda-nunda mandi wajib. Syekh Khatib asy-Syirbini dalam kitab Mughni al-Muhtaj menjelaskan:

Disunnahkan: Mandi wajib (janabah, haid, atau nifas) dilakukan sebelum fajar. Tujuannya agar seseorang berada dalam kondisi suci sejak awal memulai ibadah puasa.
Hukum Dasar: Jika mandi baru dilakukan setelah Subuh, puasa tetap sah dan tidak perlu di-qadha (diganti di hari lain).

Catatan Penting: Jangan Lewatkan Salat

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah kewajiban salat Subuh. Meski puasa tetap sah dalam keadaan junub, seorang Muslim dilarang menunda mandi wajib hingga melewatkan waktu salat.

Seseorang yang sengaja menunda mandi tanpa uzur (halangan) hingga waktu salat habis tentu berdosa, karena suci adalah syarat sah salat, meski bukan syarat sah puasa.

Kesimpulan: Jika Anda terbangun dalam keadaan junub setelah Subuh, segeralah mandi wajib untuk melaksanakan salat dan lanjutkan puasa Anda dengan tenang. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

You Might Also Like

Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini, Kamis 5 Maret 2026: Cek Waktu Maghrib dan Isya

Bolehkah Bersahur Sebelum Tengah Malam? Simak Penjelasan Fiqih dan Batas Waktunya

Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Makassar, Sabtu 28 Februari 2026

Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini Kamis 26 Februari 2026: Cek Jam Magrib Kemenag Sekarang

Kurma Bukan Sekadar Takjil, Tapi Berkah di Atas Meja

TAGGED: Ramadan
admin Maret 5, 2026 Maret 5, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini, Kamis 5 Maret 2026: Cek Waktu Maghrib dan Isya
Next Article KPK Ungkap Modus ‘Perusahaan Ibu’ di Balik Korupsi Bupati Pekalongan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

KPK Ungkap Modus ‘Perusahaan Ibu’ di Balik Korupsi Bupati Pekalongan
Nasional Maret 5, 2026
Jadwal Buka Puasa Makassar Hari Ini, Kamis 5 Maret 2026: Cek Waktu Maghrib dan Isya
Religi Maret 5, 2026
Setahun Kepemimpinan MULIA, 8.854 Tenaga Honorer Makassar Diangkat Jadi PPPK
Metro Maret 5, 2026
Subuh Berjamaah di Rappocini, Munafri Tekankan Kolaborasi Warga dan Pemerintah Kebersihan Kota
Metro Maret 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?