By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Menjemput Senja dalam Kesunyian: Kisah Setia Sepasang Lansia di Balik Jalan Buntu Panakkukang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Viral > Menjemput Senja dalam Kesunyian: Kisah Setia Sepasang Lansia di Balik Jalan Buntu Panakkukang
Viral

Menjemput Senja dalam Kesunyian: Kisah Setia Sepasang Lansia di Balik Jalan Buntu Panakkukang

admin
admin
Share
3 Min Read
Kakek Kaharu dan Nenek Tuo Menjemput Senja dalam Kesunyian./Foto: tangkapan layar
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Di sebuah sudut tersembunyi di Jalan Kesadaran IV, Panakkukang, riuh rendah kota Makassar seolah meredup. Melewati kemegahan Mahkota Panakkukang Residence, menyusuri jalanan hingga bertemu sebuah pos ronda di ujung jalan buntu, berdirilah sebuah tempat bernaung yang menjadi saksi bisu perjuangan sepasang lansia.

Di sanalah Kakek Kaharu dan istrinya, Nenek Tuo, menghabiskan hari-hari senjanya. Bukan dengan kemewahan atau jaminan masa tua yang mapan, melainkan dengan kesabaran yang nyaris tak bertepi di tengah keterbatasan yang menyesakkan dada.

Saat ini, fisik mereka tak lagi mampu membohongi usia. Langkah kaki yang dulu tegap kini mulai gemetar, dan pundak yang dulu kokoh kini kian membungkuk. Kakek Kaharu dan Nenek Tuo hidup berdua saja. Di rumah yang sangat sederhana dan memprihatinkan, mereka saling menguatkan meski untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari saja terasa seperti mendaki gunung yang terjal.

Kondisi tempat tinggal mereka jauh dari kata layak. Di dalamnya, hanya ada keheningan dan sisa-sisa tenaga untuk bertahan hidup. Tidak ada anak atau kerabat yang hilir mudik membantu. Hanya ada cinta mereka yang tersisa, yang memaksa mereka untuk tetap bangun setiap pagi meski perut seringkali harus berkompromi dengan rasa lapar.

Periklanan
Ad imageAd image

Kisah pilu ini mencuat ke permukaan setelah seorang netizen pemilik akun @hikmah_febrynt, membagikan potret kehidupan mereka di media sosial. Unggahan tersebut bukan sekadar informasi, melainkan sebuah “ketukan” bagi hati siapa saja yang masih memiliki empati.

“Mereka bertahan dengan segala keterbatasan, menjalani hari demi hari dengan sabar dan ikhlas,” tulisnya dalam keterangan video yang ia bagikan.

Kakek Kaharu dan Nenek Tuo tidak pernah meminta-minta. Namun, dari tatapan mata mereka yang sayu, tersirat harapan bahwa di luar sana, masih ada tangan-tangan baik yang bersedia merangkul mereka di sisa usia.

Bagi warga Makassar atau siapa pun yang ingin menunjukkan kepedulian, bantuan sekecil apa pun akan menjadi oase bagi mereka. Baik itu berupa makanan, kebutuhan pokok, maupun dukungan materiil untuk memperbaiki tempat tinggal mereka yang mulai rapuh.

Salurkan bantuan ke rumah Kakek Kaharu di Jl. Kesadaran IV, Panakkukang (Area Mahkota Panakkukang Residence, masuk lurus, belok kiri hingga menemukan jalan buntu dan pos ronda).

Mari kita buktikan bahwa di kota besar ini, kemanusiaan belum mati. Kakek Kaharu dan Nenek Tuo adalah cermin bagi kita semua, bahwa masa tua seharusnya dilalui dengan ketenangan, bukan dengan perjuangan hidup dan mati di sebuah ujung jalan buntu.

You Might Also Like

Keluarga Wanita di Video Viral 2 Detik Anggota DPRD Buka Suara: Mereka Sudah Nikah Siri

Video 2 Detik Oknum Anggota DPRD di Sulsel Viral di Medsos

Viral Kaitkan Rudal Sejjil dengan ‘Bintang Berekor’, Netizen Hubungkan Konflik Timteng dengan Hadis Akhir Zaman

Bukan Sekadar Viral, Kisah Si Kembar Tunarungu Hasna-Hasni Jadi Simbol Baru Inklusivitas Kerja

‘Cukup Saya WNI, Anakku Jangan’ Ungkapan yang Lagi Viral: Jeritan Hati atau Sekadar Tren Sesaat?

TAGGED: Video Viral
admin Mei 1, 2026 Mei 1, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Peringati Hari Buruh, Pemkot Makassar Perkuat Perlindungan 81 Ribu Pekerja Rentan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Peringati Hari Buruh, Pemkot Makassar Perkuat Perlindungan 81 Ribu Pekerja Rentan
Metro Mei 1, 2026
Pangkas Ketidakpastian Kerja, Pemerintah Resmi Perketat Aturan Outsourcing: Hanya Boleh di 6 Sektor Penunjang
Nasional Mei 1, 2026
Konsolidasi May Day di Makassar Diintervensi, Puluhan Orang Diduga Aparat Masuk Ruangan Beri Deadline Waktu Rapat
Hukum Kriminal Mei 1, 2026
May Day 2026 di Makassar, Munafri-Aliyah Ramaikan Fun Walk Serikat Buruh dan Pekerja
Metro Mei 1, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?