By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Fenomena Kebangkitan Earphone Kabel di Kalangan Gen Z
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Tekno > Fenomena Kebangkitan Earphone Kabel di Kalangan Gen Z
Tekno

Fenomena Kebangkitan Earphone Kabel di Kalangan Gen Z

admin
admin
Share
5 Min Read
Gen Z sedang mengangkat kembali earphone kabel sebagai tren retro yang relevan di awal 2026./Foto: IG Adabtiv
SHARE

Makassartoday.com, Jakarta – Jika Anda memperhatikan penumpang kereta komuter, pengunjung kafe, hingga muda-mudi yang berlalu-lalang di kawasan perkotaan belakangan ini, ada satu pemandangan yang kembali lazim: juntaian kabel putih yang terhubung dari saku celana ke telinga. Ya, earphone kabel resmi kembali merajai tren gaya hidup di awal tahun 2026.

Setelah hampir setengah dekade didominasi oleh dominasi True Wireless Stereo (TWS) seperti AirPods dan Galaxy Buds, tren perlahan berbalik. Earphone berkabel yang sempat dianggap sebagai “barang kuno” kini diangkat kembali oleh Generasi Z (Gen Z) sebagai aksesori retro yang sangat relevan.

Bukan sekadar asumsi, tren ini terekam jelas dalam angka. Laporan pasar ritel teknologi di enam minggu pertama tahun 2026 menunjukkan lonjakan penjualan earphone kabel hingga sekitar 20 persen. Ironisnya, anomali ini terjadi justru ketika pasar audio nirkabel global mulai memasuki fase jenuh (stagnant).

Lantas, apa yang membuat Gen Z rela “mundur” ke teknologi yang lebih lama?

Periklanan
Ad imageAd image

1. Kepraktisan Tanpa “Battery Anxiety”

Salah satu keluhan terbesar pengguna TWS selama bertahun-tahun adalah keharusan untuk terus mengisi daya. Di tengah gaya hidup serba cepat, menemukan notifikasi “battery low” saat sedang asyik mendengarkan podcast atau di tengah rapat virtual adalah mimpi buruk.

Earphone kabel memecahkan masalah ini dengan cara yang paling mendasar: plug and play. Tidak perlu kotak pengisi daya, tidak perlu menunggu lampu indikator hijau. Kepraktisan absolut ini menjadi oase bagi Gen Z yang sudah terlalu lelah mengurus daya puluhan gawai pintar mereka setiap malam.

2. Kualitas Suara Tanpa Kompromi dan Harga Rasional

Dari segi teknis, koneksi kabel tidak pernah berbohong. Di saat banyak layanan streaming musik kini menawarkan kualitas audio Lossless (resolusi tinggi), koneksi Bluetooth seringkali mengalami kompresi data yang membuat kualitas suara menurun atau mengalami delay (jeda). Earphone kabel menawarkan transmisi suara yang stabil, minim latensi, dan jernih.

Lebih dari itu, faktor ekonomi juga berbicara. Dengan harga sepertiga dari earphone nirkabel kelas menengah, pengguna sudah bisa mendapatkan earphone kabel dengan kualitas suara yang setara atau bahkan lebih baik, tanpa risiko hilang sebelah yang sering dialami pengguna TWS.

3. Pengaruh Figur Publik dan Estetika “Y2K”

Kebangkitan tren ini tentu tidak lepas dari katalis budaya pop. Tren ini mulai menyebar bagai api ketika paparazi dan media sosial menangkap figur-figur publik papan atas—seperti aktor Jacob Elordi, supermodel Bella Hadid, hingga deretan Idol K-Pop—tampil kasual di bandara atau jalanan dengan earphone kabel mereka.

Di TikTok dan Instagram, muncul akun-akun yang secara khusus mendokumentasikan “Wired It Girls” dan “Wired It Boys”. Bagi Gen Z, juntaian kabel ini bukan lagi tanda tertinggal zaman, melainkan sebuah pernyataan mode (fashion statement). Ini adalah bagian dari estetika Y2K (tahun 2000-an) yang dipadukan dengan gaya grunge atau kasual urban.

4. Simbol “Lepas Sejenak” dari Keterikatan Digital

Di balik alasan teknis dan mode, ada aspek psikologis yang mendalam. TWS dengan desainnya yang invisible (nyaris tak terlihat di telinga) seringkali membuat batasan sosial menjadi kabur. Orang tidak tahu apakah Anda sedang mendengarkan musik atau siap diajak bicara.

Sebaliknya, kabel yang menjuntai memberikan sinyal visual yang sangat jelas kepada dunia luar: “Do Not Disturb” (jangan ganggu saya). Bagi Gen Z yang dinilai rentan terhadap kelelahan digital (digital burnout), memakai earphone kabel adalah cara paling sederhana untuk membangun dinding pembatas dengan lingkungan sekitar. Ini adalah bentuk digital detox skala kecil; sebuah protes sunyi terhadap teknologi nirkabel yang menuntut kita untuk selalu terhubung setiap saat.

Titik Temu Gaya dan Fungsi

Kembalinya earphone kabel di tahun 2026 membuktikan bahwa inovasi teknologi tidak selalu bergerak lurus ke depan. Terkadang, ia berputar kembali ke masa lalu untuk menemukan apa yang hilang.

Bagi Gen Z, menggunakan earphone kabel bukanlah sebuah nostalgia semata—karena banyak dari mereka tumbuh saat TWS sudah mulai populer. Ini adalah murni karena fungsi dasar, keandalan, dan gaya berhasil bertemu di momentum yang tepat. Selamat datang kembali, era kabel kusut di dalam tas!

You Might Also Like

OpenAI Resmi Rilis GPT-5.5: Era Baru ‘Agentic AI’ yang Bisa Bekerja Sendiri Dimulai

Metaverse Resmi ‘Disuntik Mati’, Ambisi Triliunan Rupiah Mark Zuckerberg Berujung Gagal?

Instagram Luncurkan Fitur Peringatan untuk Orang Tua Jika Anak Cari Konten ‘Self-Harm’

Gak Cuman Jago Prompt: Mengapa Tren Hybrid Skill Bikin Gen Z dan Millennial Rebutan Kursus Lagi?

Mirip iPhone tapi Pakai Snapdragon? Infinix Note 60 Pro Meluncur dengan Harga 5 Jutaan!

admin Mei 5, 2026 Mei 5, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Lebih dari Sekadar Kebersihan, Ketulusan Cleaning Service RSUD Daya Makassar Tuai Pujian
Next Article Lahan Pemakaman di Makassar Hampir Penuh, Pemkot Siapkan Lahan Baru di Maros
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Lahan Pemakaman di Makassar Hampir Penuh, Pemkot Siapkan Lahan Baru di Maros
Metro Mei 5, 2026
Lebih dari Sekadar Kebersihan, Ketulusan Cleaning Service RSUD Daya Makassar Tuai Pujian
Metro Mei 5, 2026
Jukir Viral di Jalan Pasar Ikan Berakhir di Kantor Polisi, Izin Parkir Dicabut Selamanya
Hukum Kriminal Mei 5, 2026
Tanpa Konflik, Pemkot Makassar Berhasil Tata Kawasan Pasar Pamos Lewat Dialog
Metro Mei 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?