By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Dulu Zona Merah, Kini Makassar Jadi Role Model Toleransi Nasional di Bawah Kepemimpinan Appi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Metro > Dulu Zona Merah, Kini Makassar Jadi Role Model Toleransi Nasional di Bawah Kepemimpinan Appi
Metro

Dulu Zona Merah, Kini Makassar Jadi Role Model Toleransi Nasional di Bawah Kepemimpinan Appi

admin
admin
Share
3 Min Read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin./Foto: dok
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Kota Makassar berhasil mengukir sejarah baru dalam indeks kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Tahun 2026 menjadi tahun pembuktian bagi “Kota Daeng” untuk melepaskan diri dari bayang-bayang zona merah intoleransi dan resmi menyabet predikat sebagai salah satu kota paling toleran di tanah air.

Berdasarkan laporan terbaru Indeks Kota Toleran (IKT) yang dirilis SETARA Institute di Jakarta, April 2026, Makassar mencatatkan kenaikan peringkat yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2024 Makassar masih terjerembab di posisi ke-52, kini di bawah komando Wali Kota Munafri Arifuddin, Makassar melesat naik 43 peringkat dan nangkring di posisi ke-9 nasional.

Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat yang telah bekerja keras menciptakan iklim inklusif.

“Pemerintah Kota Makassar tentu mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan bahwa kota ini adalah kota yang inklusif, sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah,” ujar Appi saat ditemui di Makassar, Rabu (6/5/2026).

Periklanan
Ad imageAd image

Keberhasilan Makassar menembus 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik ini bukan tanpa alasan. Appi menegaskan bahwa harmoni yang tercipta saat ini merupakan hasil dari kebijakan nyata, bukan sekadar kata-kata manis.

“Toleransi bukan sekadar jargon, tetapi harus benar-benar hadir dan dirasakan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Penilaian IKT 2026 ini mengukur berbagai indikator ketat, mulai dari keberpihakan regulasi pemerintah daerah terhadap kebebasan beragama, kebijakan inklusif, hingga praktik sosial nyata di lapangan. Hasilnya, Makassar dinilai sukses membangun ruang hidup yang aman, setara, dan saling menghargai bagi seluruh warganya yang beragam.

Selama masa kepemimpinannya, Appi fokus pada penguatan regulasi yang mendukung keberagaman, fasilitasi dialog antarumat beragama secara rutin, hingga pendekatan persuasif dalam memitigasi potensi konflik sosial.

Namun, ia mengingatkan agar prestasi ini tidak membuat pemerintah dan warga cepat berpuas diri. Baginya, menjaga peringkat lebih sulit daripada meraihnya.

“Kita berharap kondisi ini dapat kita pertahankan secara bersama-sama. Ini menjadi bukti bahwa ketika semua pihak peduli dan bekerja bersama, tujuan besar menciptakan kehidupan harmonis dapat tercapai,” tambahnya.

Budaya gotong royong dan keterbukaan warga Makassar menjadi pondasi kuat yang membawa kota ini menjadi role model bagi kota-kota lain di Indonesia.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan yang berorientasi pada keberagaman, memastikan nilai-nilai toleransi tetap menjadi bagian integral dalam pembangunan kota,” pungkas Appi.

You Might Also Like

Rekrut 103 Imam Baru, Wali Kota Makassar Ingin Masjid Jadi Pusat Solusi Masalah Warga

RSUD Daya Makassar Terpilih Jadi Pilot Project KRIS Kemenkes RI

Lahan Pemakaman di Makassar Hampir Penuh, Pemkot Siapkan Lahan Baru di Maros

Lebih dari Sekadar Kebersihan, Ketulusan Cleaning Service RSUD Daya Makassar Tuai Pujian

Tanpa Konflik, Pemkot Makassar Berhasil Tata Kawasan Pasar Pamos Lewat Dialog

TAGGED: Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar
admin Mei 6, 2026 Mei 6, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Lahan Pemakaman di Makassar Hampir Penuh, Pemkot Siapkan Lahan Baru di Maros
Next Article RSUD Daya Makassar Terpilih Jadi Pilot Project KRIS Kemenkes RI
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Rekrut 103 Imam Baru, Wali Kota Makassar Ingin Masjid Jadi Pusat Solusi Masalah Warga
Metro Mei 6, 2026
RSUD Daya Makassar Terpilih Jadi Pilot Project KRIS Kemenkes RI
Metro Mei 6, 2026
Lahan Pemakaman di Makassar Hampir Penuh, Pemkot Siapkan Lahan Baru di Maros
Metro Mei 5, 2026
Fenomena Kebangkitan Earphone Kabel di Kalangan Gen Z
Tekno Mei 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?