By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Listrik PLN Mampu Tekan Biaya Operasional Petani di Sulawesi Hingga 75 Persen
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Bisnis > Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Listrik PLN Mampu Tekan Biaya Operasional Petani di Sulawesi Hingga 75 Persen
Bisnis

Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Listrik PLN Mampu Tekan Biaya Operasional Petani di Sulawesi Hingga 75 Persen

admin
admin
Share
4 Min Read
Program _Electrifying Agriculture_ (EA) dari PT PLN (Persero) sukses membantu pompanisasi sawah bagi petani di Sulawesi Selatan dalam menghemat biaya operasional sampai dengan 75 persen per bulan./Foto: PLN
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) sukses membantu pompanisasi sawah bagi petani di Sulawesi Selatan dalam menghemat biaya operasional sampai dengan 75 persen per bulan.

Tidak hanya itu, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah PLN juga terus menggenjot program Electrifying Agriculture (EA) dengan meningkatkan layanan untuk kebutuhan listrik petani dan peternak khususnya di Provinsi Sulawesi, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Patahuddin, petani di Kelurahan Butunusu, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan yang telah merasakan keuntungan program Electrifying Agriculture dari PLN mengungkapkan kemudahan proses pengairan dan biaya operasional yang jauh lebih hemat. Sebelumnya ia hanya mengandalkan intensitas air hujan dan pompa air dengan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber utama pengairan sawah.

Ia mengaku dengan 150 liter BBM per bulannya ia harus menghabiskan total biaya sebesar Rp900 ribu. “Sekarang setelah menggunakan listrik daya 5.500 Volt Ampere, saya hanya menghabiskan Rp350 ribu untuk membeli token listrik per bulannya. Berkat listrik, biaya operasional jauh lebih hemat sampai 61 persen dan tidak perlu repot-repot mengantre beli BBM,” kata Patahuddin dalam rilis resminya, Senin (6/1/2025).

Periklanan
Ad imageAd image

Patahuddin mencatat, selain penghematan biaya operasional dengan hadirnya listrik, pengairan sawahnya bisa lebih maksimal. Sebelumnya, dengan BBM ia hanya bisa mengairi tiga petak sawah per harinya dan sekarang dengan listrik PLN sawah yang bisa teralirkan air bisa mencapai 5 petak per harinya.

Di sisi lain, Hasbi, salah seorang petani bawang merah di Desa Saruran, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan mengaku mampu menghemat biaya operasional sampai 75 persen setelah memanfaatkan listrik PLN menggantikan operasional diesel yang biasa digunakannya.

Sebelumnya, Hasbi mengaku menghabiskan biaya operasional sebesar Rp5,2 juta per panen dengan menggunakan mesin diesel. Namun, kini kebunnya hanya membutuhkan biaya Rp1,3 juta per panen melalui program Electrifying Agriculture dengan daya listrik terpasang sebesar 10.600 Volt Ampere (VA).

“Dengan kata lain, jika satu tahun bisa memanen enam kali, maka secara kumulatif bisa menghemat sebesar Rp23,4 juta per tahun. Hadirnya listrik juga sangat mempermudah kami dalam pengoperasian mesin pompa air, hanya tinggal menekan tombol saja,” ujar Hasbi.

Hasbi menambahkan, listrik tidak hanya berdampak positif bagi penghematan operasional tetapi juga berpengaruh kepada peningkatan kapasitas produksi. Menurutnya, sebelum menggunakan listrik, produksi bawang merah hanya 45 ton bawang merah per tahun, kemudian meningkat menjadi 48 ton per tahun setelah menggunakan listrik.

Dengan meningkatnya kapasitas produksi, penghasilannya pun juga meningkat menjadi Rp69 juta per tahun.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Budiono, mengatakan, program Electrifying Agriculture PLN hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan, hingga perikanan.

“Kami akan terus berinovasi dan terus memberikan pelayanan terbaik dengan sistem kelistrikan yang andal dan membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya sekedar menerangi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Budiono.

Budiono juga menambahkan, program Electrifying Agriculture ini akan menjadi terobosan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas dan dapat meningkatkan tingkat efisiensi biaya operasional.

“Alhamdulillah saat ini sudah banyak petani yang sudah mulai beralih ke Electrifying Agriculture dan merasakan manfaat yang sama dari sistem kelistrikan yang dimiliki PLN,” tutur Budiono.

Dia menjelaskan, PLN berkomitmen untuk mendorong pendapatan dan produktivitas petani melalui program Electrifying Agriculture. Salah satunya dengan terus meningkatkan jumlah petani dan peternak yang merasakan manfaat program Electrifying Agriculture.

Budiono merinci per Desember 2024 total pelanggan Electrifying Agriculture di provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat adalah sebanyak 3.820 pelanggan dengan total daya terpasang untuk sebesar 191.618 kiloVolt Ampere (kVA).

(**)

You Might Also Like

BI Sulsel Siapkan Titik Penukaran Uang di Makassar

Heboh Biaya Admin QRIS Rp1.000, BI: Pedagang Dilirang Bebankan ke Konsumen

Harmoni Manajemen dan Karyawan: Kunci Sukses Bank Sulselbar di Usia SEKAWAN yang ke-13

Kambing Guling jadi Bintang Iftar, Aerotel Smile Makassar Hadirkan Paket Ramadan Kareem Rp99 Ribu per Orang

Asuransi Mikro jadi Penopang UMKM, BRI Insurance Cairkan Klaim Rp140,5 Juta

TAGGED: PLN Sulselrabar
admin Januari 6, 2025 Januari 6, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Dinkes Sulsel Sebut Jumlah Donor Darah Meningkat Tiga Tahun Terakhir
Next Article SPBE Makassar 2024 Berpredikat “Sangat Baik”, Kadiskominfo: Bukti Komitmen Makassar Smart City
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Perumda Parkir Pastikan Pedestrian Baru di Kawasan RS Stella Maris Ramah Pejalan Kaki dan Tertib Parkir
Metro Februari 19, 2026
Survei PPI: Warga Makassar Puas Kinerja Appi–Aliyah
Metro Februari 19, 2026
Niat Persuasif Dibalas Badik: Penertiban PKL Sultan Alauddin Memanas, Oknum Massa Teror Staf Kelurahan
Metro Februari 19, 2026
Dinsos Makassar Tingkatkan Patroli, Sekda Siapkan HT untuk Perkuat Koordinasi Wilayah
Metro Februari 19, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?