Makassartoday.com, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia mengajak segenap umat Islam untuk melaksanakan Shalat Gerhana Bulan atau khusuf al-qamar.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis menjelaskan, shalat gerhana bulan adalah sunnah muakkadah yang sangat ditekankan dalam Islam.
“Shalat gerhana bulan adalah momentum mengingatkan kita kembali tentang kekuasaan Allah SWT di alam semesta,” kata Cholis dilansir dari MUI Digital, Selasa (3/2/2026).
Lebih jauh, Kiai Cholil menjelaskan dengan disyariatkannya shalat gerhana, secara langsung mematahkan mitos jahiliyah. Dugaan mereka bahwa gerhana berkaitan dengan kematian seseorang, dibantah, dan mendorong peradaban masyarakat ke arah pembuktian sains, bukan keyakinan berdasarkan tahayul semata.
Dia menyerukan pula segenap Muslimin untuk mendoakan umat Islam di berbagai belahan bumi mulai terutama yang tengah dilanda peperangan mulai dari Palestina, Lebanon, hingga Iran.
“Marilah kita doakan saudara-saudara kita di Timur Tengah agar mendapat perlindungan Allah SWT dan diangkat dari marabahaya,” ujar dia.
Sebelumnya, Puncak Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat diamati di Indonesia akan dimulai pada hari ini, Selasa (3/3/2026) petang waktu setempat di masing-masing wilayah.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab di Jakarta, Senin (2/3/2026), menjelaskan berdasarkan data pengamatan gerhana dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi tersebut secara langsung dari berbagai wilayah, dengan catatan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” kata dia dikutip dari Antara, Selasa.
Dia menjelaskan wilayah Indonesia bagian timur memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian barat, Bulan akan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.
Fenomena gerhana akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau sekitar tengah malam waktu Indonesia timur ketika Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

