Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai memacu persiapan proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang kini bertransformasi menjadi PSEL Makassar Raya. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi beban gunungan sampah di TPA Antang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengungkapkan bahwa untuk tahap awal, pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp30 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembebasan lahan fasilitas tersebut.
”Total kebutuhan anggaran yang kami ajukan saat ini sekitar Rp60 miliar, di mana Rp30 miliar di antaranya adalah untuk pembebasan lahan PSEL,” ujar Helmy, Senin (13/4/2026).
Proyek ini tidak hanya melibatkan internal Pemkot Makassar. Helmy menjelaskan, status PSEL kini telah berkembang menjadi skala regional (Makassar Raya), yang melibatkan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah sekitar seperti Gowa dan Maros.
Verifikasi lapangan pun telah dilakukan bersama berbagai instansi pusat, mulai dari Danantara, Kemendagri, Kemenko Pangan, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.
”Kami sudah melakukan penandatanganan berita acara verifikasi lapangan bersama berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil kajian teknis, pembangunan fasilitas industri energi ini memerlukan spesifikasi lahan yang ketat. Salah satu syarat utamanya adalah elevasi lahan yang harus ditinggikan guna memenuhi standar kepadatan tanah dan antisipasi risiko bencana.
”Kondisi lahan tidak boleh digali, melainkan harus ditinggikan sekitar 50 sentimeter hingga 1 meter dari permukaan eksisting. Nilai kepadatan tanah harus mencapai angka 70,” jelas Helmy.
Langkah ini penting dilakukan karena lokasi tersebut nantinya akan menjadi kawasan industri pengolahan sampah modern yang terintegrasi.
Target Pemenang Tender 2026
Pemkot Makassar menargetkan seluruh tahapan persiapan, baik dari sisi administrasi maupun teknis lahan, dapat segera tuntas. Helmy optimistis target penetapan pemenang tender proyek PSEL Makassar Raya ini dapat tercapai pada tahun 2026.
Kehadiran PSEL diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan melalui teknologi pemusnah sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dengan mengubah sampah menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat.

