By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Wali Kota Makassar Ancam Copot Kepala Sekolah yang Nekat Pungut Biaya Perpisahan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Metro > Wali Kota Makassar Ancam Copot Kepala Sekolah yang Nekat Pungut Biaya Perpisahan
Metro

Wali Kota Makassar Ancam Copot Kepala Sekolah yang Nekat Pungut Biaya Perpisahan

admin
admin
Share
2 Min Read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat memberikan keterangan pers di kantor Balaikota, Selasa (21/4/2026)./Foto:hms
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melayangkan peringatan keras kepada seluruh jajaran pendidik di tingkat TK, SD, hingga SMP. Pemerintah Kota Makassar secara resmi melarang sekolah menggelar acara perpisahan yang membebani finansial orang tua siswa.

Contents
​Sanksi Pencopotan Menanti​Empati Terhadap Kondisi Ekonomi​Ketentuan Pelaksanaan Perpisahan​Berlaku untuk Sekolah Swasta

​Penegasan ini muncul menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pungutan biaya penamatan yang dinilai menguras dompet. Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah menjadi taruhannya jika aturan ini dilanggar.

​Sanksi Pencopotan Menanti

​Munafri menekankan bahwa kebijakan ini sudah diperkuat melalui surat edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Ia tidak akan menoleransi dalih apa pun, termasuk alasan “ramah tamah” atau iuran yang sudah terlanjur dikumpulkan.

​”Jangan sampai karena kegiatan seremonial seperti ini, justru berdampak pada posisi kepala sekolah. Bisa saja dicopot kalau tidak patuh,” tegas Munafri di Makassar, Selasa (21/4/2026).

​Ia menambahkan, saat ini Pemkot tengah melakukan proses rotasi kepala sekolah. Kepatuhan terhadap aturan ini akan menjadi salah satu rapor utama bagi para pimpinan sekolah.

Periklanan
Ad imageAd image

​Empati Terhadap Kondisi Ekonomi

​Wali Kota menyoroti adanya ketimpangan ekonomi di masyarakat. Menurutnya, pungutan berkedok perpisahan berpotensi menciptakan ketidakadilan dan membuat siswa dari keluarga kurang mampu merasa minder.

​”Tidak semua orang tua punya kemampuan yang sama. Kalau sekolah tidak punya anggaran, jangan paksakan. Jangan memberatkan orang tua siswa,” imbuhnya dengan nada bicara serius.

​Ketentuan Pelaksanaan Perpisahan

​Meski melarang pungutan, Pemkot Makassar tetap memberikan ruang kecil dengan syarat yang sangat ketat:

  • ​Boleh Digelar: Jika ada pihak ketiga yang menanggung seluruh biaya secara gratis.
  • ​Dilarang Keras: Segala bentuk iuran atau urunan dari orang tua siswa, meskipun dengan alasan kesepakatan bersama.
  • ​Pengawasan Ketat: Dinas Pendidikan akan mengontrol penuh aktivitas sekolah untuk memastikan tidak ada celah pungli.

​Berlaku untuk Sekolah Swasta

​Peringatan ini tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri. Munafri menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak yayasan dan instansi kementerian terkait agar sekolah swasta juga menghormati kebijakan ini demi menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

​”Kita ingin dunia pendidikan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Jangan menambah beban ekonomi orang tua hanya untuk urusan euforia,” pungkasnya.

You Might Also Like

Disebut Ganggu Arus Lalu Lintas, Pedagang di Tepi Jalan Pasar Pannampu Ditertibkan

Bukan Demo di Jalan, May Day 2026 di Makassar Bakal Dikemas jadi Festival di Karebosi

Siap-siap! Alat Berat Mulai Masuk, Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Konstruksi Mei Mendatang

TPA Tamangapa Terancam Penuh 18 Bulan Lagi, Ini Strategi ‘Out of the Box’ Pemkot Makassar

Wujudkan Pemerataan, Munafri Arifuddin Terangi Pulau Barrang Lompo dan Lanjukang dengan Solar Cell

TAGGED: Dinas Pendidikan Makassar, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar
admin April 21, 2026 April 21, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Bukan Demo di Jalan, May Day 2026 di Makassar Bakal Dikemas jadi Festival di Karebosi
Next Article KPK Ungkap Sisi Kelam Korupsi: Uang Haram Mengalir ke Wanita Simpanan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Disebut Ganggu Arus Lalu Lintas, Pedagang di Tepi Jalan Pasar Pannampu Ditertibkan
Metro April 21, 2026
KPK Ungkap Sisi Kelam Korupsi: Uang Haram Mengalir ke Wanita Simpanan
Nasional April 21, 2026
Bukan Demo di Jalan, May Day 2026 di Makassar Bakal Dikemas jadi Festival di Karebosi
Metro April 20, 2026
Siap-siap! Alat Berat Mulai Masuk, Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Konstruksi Mei Mendatang
Metro April 20, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?