Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Metro » Lewat Program GENTING, DPRD dan Pemkot Makassar Ajak Warga Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Lewat Program GENTING, DPRD dan Pemkot Makassar Ajak Warga Jadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar menggelar Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah TA 2026 Angkatan X di Hotel Grand Imawan Makassar, Jumat (4/9/2026).

Acara ini dirancang sebagai ruang dialog interaktif dan edukasi antara pemerintah dengan masyarakat. Fokus utamanya menekankan pada sinergi program pembangunan daerah, khususnya pengendalian penduduk, keluarga berencana, serta peningkatan kualitas kesehatan warga.

Dalam pemaparan materi pertama, Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si., dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting. Menurutnya, masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian.

“Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama. Persoalan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan butuh kepedulian masyarakat dan keluarga,” ujar Andi Irwan.

Ia menambahkan, gerakan orang tua asuh menjadi aksi nyata kepedulian sosial untuk membantu keluarga berisiko stunting. “Melalui GENTING, semangat gotong royong kita arahkan untuk memberi perhatian penuh kepada keluarga dan anak yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menambahkan hal tersebut, narasumber kedua, Fardi, S.Kep., M.Kes., menyoroti aspek teknis penanganan anak. Ia menekankan bahwa intervensi stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan bernutrisi, tetapi juga harus memperhatikan masa golden age (usia emas).

“Penanganan stunting lebih dari sekadar pemenuhan nutrisi. Ini menyangkut pola asuh, layanan kesehatan, stimulasi tumbuh kembang, hingga lingkungan yang mendukung,” ungkap Fardi.

Fardi mengingatkan bahwa perhatian pada usia dini adalah investasi jangka panjang. “Masa golden age harus dimanfaatkan secara optimal melalui pengasuhan dan stimulasi yang tepat agar anak memiliki fondasi kesehatan dan kecerdasan yang kuat,” tuturnya.

Dipandu oleh moderator Andi Zul Saktriady Kaharuddin, sesi diskusi berlangsung hangat. Warga antusias mengajukan pertanyaan, salah satunya mengenai strategi menjangkau keluarga terisolasi yang minim akses informasi dan layanan kesehatan, serta bentuk aksi nyata masyarakat dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan pengawasan ini, diharapkan sinergi antara DPRD, Pemkot Makassar, tenaga kesehatan, dan elemen masyarakat semakin solid demi mencetak generasi Kota Makassar yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

  • person
Bagikan Threads
expand_less