Antrean BBM di SPBU Mulai Terapkan Skema Ganjil-Genap
- calendar_month 3 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Pembatasan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) berbasis skema ganjil-genap mulai membawa dampak positif di Kota Makassar. Pantauan pada Minggu (13/9/2026) siang di SPBU Jalan DR. Ratulangi menunjukkan kondisi antrean kendaraan yang jauh lebih tertib dan terkendali dibanding hari-hari sebelumnya.
Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur Sulawesi Selatan terkait penataan serta penertiban distribusi BBM. Lewat aturan baru ini, izin pengisian kendaraan disesuaikan antara angka akhir plat nomor dengan tanggal kalender berjalan.
“Penerapan ganjil-genap ini difokuskan untuk memecah penumpukan kendaraan yang selama ini mengular hingga ke jalan raya,” ungkap salah seorang petugas SPBU di lokasi.
Selain mengurangi kemacetan, skema ganjil-genap yang dijadwalkan berlangsung sementara pada 13–20 September 2026 ini diharapkan membuat pembagian kuota BBM menjadi lebih berkeadilan dan merata.
Ketentuan Baru Penataan BBM Sulsel:
1. Aturan Bar Odometer
Kendaraan pribadi baru diperbolehkan mengisi BBM bersubsidi jika indikator pada dashboard sudah tersisa 1 bar atau kurang, guna mencegah praktik *panic buying*.
2. Jam Operasional Truk
Pengisian untuk angkutan barang/truk besar dialihkan ke malam hari demi meminimalkan kepadatan lalu lintas siang hari.
3. Pengisian Cepat Roda Dua
Titik modular khusus sepeda motor dipatok pada nominal Rp30.000 per unit untuk mempercepat antrean.
4. Optimalisasi SPBU
Pengelola wajib memfungsikan seluruh nozzle dan mengerahkan petugas secara penuh. Pihak Pertamina Patra Niaga siap memberikan sanksi tegas hingga pengambilalihan operasional bagi SPBU yang melanggar.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wali Kota Makassar telah meninjau langsung operasional SPBU di Jalan AP Pettarani, Sabtu (12/9/2026).
“Kami berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga agar seluruh nozzle yang ada dioperasikan maksimal, baik untuk Pertalite maupun Pertamax, sehingga pelayanan bisa lebih cepat,” tegas Andi Sudirman.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel telah bersurat ke kementerian terkait dan jajaran direksi Pertamina untuk mengusulkan penambahan kuota BBM di Sulsel guna mengimbangi lonjakan konsumsi warga.
- person

