Demi Konten, Pemotor Freestyle di Makassar Diringkus Polisi
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar bergerak cepat mengamankan seorang pengendara sepeda motor bernama Rendy usai aksi freestyle atau mengangkat roda depan kendaraan di jalan raya viral di media sosial.
Rendy diamankan petugas di kediamannya di wilayah Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (2/10/2026).
Wakasat Lantas Polrestabes Makassar, Kompol Sardan, S.E., mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan tim di lapangan setelah menelusuri rekaman video yang beredar luas di jagat maya.
“Setelah menerima informasi mengenai aksi ugal-ugalan tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan personel di lapangan untuk mengidentifikasi pelaku. Hasil penelusuran mengarah pada kediamannya di Panakkukang,” ujar Kompol Sardan, Jumat (2/10/2026).
Kompol Sardan memimpin langsung proses penjemputan dan pemeriksaan identitas kendaraan serta pengendara di lokasi. Rendy yang sehari-hari bekerja sebagai kurir pengantar barang online tersebut diamankan saat berada di rumah bersama orang tuanya.
Atas perbuatannya, Rendy digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani penindakan hukum berupa tilang. Sepeda motor milik pelaku juga disita sebagai barang bukti.
“Kendaraannya kami amankan dan baru bisa diambil setelah tiga bulan sesuai prosedur penindakan,” tegas Sardan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat melakukan aksi berbahaya tersebut demi kebutuhan konten media sosial demi meraup perhatian serta like dari warganet.
“Alasannya untuk konten dan cari like di media sosial. Dari situ mereka berharap bisa menghasilkan uang,” tambahnya.
Aksi freestyle tersebut rupanya bukan kali pertama dilakukan. Menurut keterangan kepolisian, pelaku telah melakoni aktivitas berisiko itu sejak 2024.
Polisi juga menduga aksi ini dilakukan secara terorganisasi bersama rekan-rekannya. Saat ini, Satlantas Polrestabes Makassar masih memburu anggota tim lain yang berperan sebagai perekam video maupun joki pengendara lainnya.
“Mereka ini punya tim, ada yang bertugas mengambil gambar dan ada yang jadi joki. Kami masih terus mengidentifikasi dan melacak keberadaan rekan-rekan maupun kendaraan lain dari kelompok Rendy ini,” jelasnya.
Kompol Sardan mengimbau masyarakat, khususnya para remaja dan pemuda, agar tidak meniru tindakan nekad tersebut karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
“Kami ingatkan kepada anak muda, jangan ikuti hal seperti ini. Keselamatan di jalan harus dijaga bersama. Kami berharap mereka yang terlibat bisa sadar dan menghentikan aksi berbahaya ini sebelum memakan korban,” pungkasnya.
- person

