Langkah Tak Terduga dan Taruhan Akal Sehat di Lingkar Kekuasaan
- calendar_month 1 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara menghadirkan lanskap politik yang menarik. Di antara deretan tokoh nasional, nama Rocky Gerung menjadi sorotan utama. Sosok akademisi dan pengamat politik yang selama ini lekat dengan kritik tajam terhadap rezim, kini resmi menginjakkan kaki di lingkar dalam Istana.
Langkah ini menyisakan pertanyaan besar di benak publik: Apakah ini bentuk pengakuan atas pentingnya nalar kritis di pusat kepemimpinan, atau sekadar strategi perangkulan politik formal?
Rocky Gerung sendiri menegaskan bahwa masuknya ia ke dalam struktur Wantimpres bukanlah bentuk kompromi prinsip. “Pindah posisi, bukan pindah prinsip,” begitu penegasannya usai pelantikan. Ia menggarisbawahi perbedaan fundamental antara “kritik” dan sikap “kritis”. Tugas Wantimpres, menurutnya, berada pada ranah evaluasi etis—mengawal aspek mengingat dan menimbang—agar janji kampanye dan kebijakan publik tidak melenceng dari koridor kemakmuran rakyat.
Namun, dalam kacamata tajuk redaksi, transisi dari kritikus luar menjadi penasihat dalam ruangan memiliki konsekuensi yang tidak sederhana.
Ujian Independensi dan Efektivitas Kanal
Selama ini, kekuatan analisis Rocky terletak pada kebebasannya menyuarakan dialektika di ruang publik. Ketika kritiknya kini harus dikemas dalam bentuk memo, laporan tertulis, dan nasihat tertutup untuk Presiden, publik menanti sejauh mana independensi pemikirannya dapat dipertahankan.
Berada dalam satu lembaga yang dipimpin Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, tantangan Rocky bukan hanya menyusun argumen yang lugas, melainkan menjaga agar benteng pertimbangan etis tidak runtuh oleh kalkulasi politik praktis di sekelilingnya. Wantimpres memberi masukan, tetapi muara keputusan tetap berada penuh di tangan Presiden.
Catatan Redaksi
Kehadiran sosok kritis di lingkaran Wantimpres sepatutnya menjadi sinyal positif bahwa kekuasaan membutuhkan cermin pembanting untuk menghindari titik buta (blind spot). Namun, publik akan terus menguji apakah “akal sehat” yang kerap digaungkan Rocky tetap tajam ketika berada di dalam tembok Istana, atau justru meredup ditelan birokrasi penasihat negara.
Masyarakat tidak hanya menunggu nasihat apa yang disampaikan kepada Presiden, tetapi juga sejauh mana keberanian etis itu memberi dampak nyata bagi arah kebijakan publik nasional.
Artikel Terkait
-
Masuk Lingkaran Istana, Apakah Rocky Gerung Bakal Tumpul?
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Jakarta – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menegaskan kesediaannya bergabung dalam lembaga penasihat Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengubah sikap maupun pandangan kritisnya terhadap kebijakan pemerintah. Dia menyebut perannya di Wantimpres justru menuntut sikap kritis dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden. Rocky Gerung menjelaskan bahwa fungsi Wantimpres bukan untuk mengkritik kebijakan pemerintah dalam […]
-
Sorot Kamera! Rocky Gerung Bawa Dasi Biru Lewat Pintu Istana, Jadi Anggota Wantimpres Prabowo?
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) hari ini, Jumat (2/10/2026). Sejumlah tokoh yang dikabarkan akan dilantik sebagai Wantimpres mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 WIB. Dari sejumlah tokoh yang hadir, tampak akademisi Rocky Gerung. Rocky Gerung tampak berlari sambil membawa dasi berwarna biru yang belum dikenakannya. Rocky terus […]
-
Pelaku Penikaman Ojol Samping Mall MaRi Diringkus di Polman
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar — Pelarian pria berinisial MI (23), terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Makassar, akhirnya terhenti. MI diringkus tim gabungan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Tim URC Jatanras Polrestabes Makassar yang berkolaborasi dengan Resmob Polres Polewali Mandar di Jalan H. Agus Salim, Kabupaten […]
-
Siang Bolong, Kebakaran Lahap Pemukiman Padat di Mannuruki Tamalate
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar — Kebakaran melanda kawasan pemukiman warga di Jalan Mannuruki 1, RT 01/RW 03, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Sabtu (26/9/2026) sore. Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, informasi kejadian pertama kali diterima petugas pada pukul 15.32 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, armada langsung dikerahkan dan tiba di Lokasi Kejadian […]

