Langkah Tak Terduga dan Taruhan Akal Sehat di Lingkar Kekuasaan
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara menghadirkan lanskap politik yang menarik. Di antara deretan tokoh nasional, nama Rocky Gerung menjadi sorotan utama. Sosok akademisi dan pengamat politik yang selama ini lekat dengan kritik tajam terhadap rezim, kini resmi menginjakkan kaki di lingkar dalam Istana.
Langkah ini menyisakan pertanyaan besar di benak publik: Apakah ini bentuk pengakuan atas pentingnya nalar kritis di pusat kepemimpinan, atau sekadar strategi perangkulan politik formal?
Rocky Gerung sendiri menegaskan bahwa masuknya ia ke dalam struktur Wantimpres bukanlah bentuk kompromi prinsip. “Pindah posisi, bukan pindah prinsip,” begitu penegasannya usai pelantikan. Ia menggarisbawahi perbedaan fundamental antara “kritik” dan sikap “kritis”. Tugas Wantimpres, menurutnya, berada pada ranah evaluasi etis—mengawal aspek mengingat dan menimbang—agar janji kampanye dan kebijakan publik tidak melenceng dari koridor kemakmuran rakyat.
Namun, dalam kacamata tajuk redaksi, transisi dari kritikus luar menjadi penasihat dalam ruangan memiliki konsekuensi yang tidak sederhana.
Ujian Independensi dan Efektivitas Kanal
Selama ini, kekuatan analisis Rocky terletak pada kebebasannya menyuarakan dialektika di ruang publik. Ketika kritiknya kini harus dikemas dalam bentuk memo, laporan tertulis, dan nasihat tertutup untuk Presiden, publik menanti sejauh mana independensi pemikirannya dapat dipertahankan.
Berada dalam satu lembaga yang dipimpin Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, tantangan Rocky bukan hanya menyusun argumen yang lugas, melainkan menjaga agar benteng pertimbangan etis tidak runtuh oleh kalkulasi politik praktis di sekelilingnya. Wantimpres memberi masukan, tetapi muara keputusan tetap berada penuh di tangan Presiden.
Catatan Redaksi
Kehadiran sosok kritis di lingkaran Wantimpres sepatutnya menjadi sinyal positif bahwa kekuasaan membutuhkan cermin pembanting untuk menghindari titik buta (blind spot). Namun, publik akan terus menguji apakah “akal sehat” yang kerap digaungkan Rocky tetap tajam ketika berada di dalam tembok Istana, atau justru meredup ditelan birokrasi penasihat negara.
Masyarakat tidak hanya menunggu nasihat apa yang disampaikan kepada Presiden, tetapi juga sejauh mana keberanian etis itu memberi dampak nyata bagi arah kebijakan publik nasional.
Artikel Terkait
-
Kualitas Udara Makassar Hari Ini Masuk Kategori Sedang
- calendar_month 13 jam yang lalu
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar — Indeks Kualitas Udara (AQI⁺) di Kota Makassar terpantau berada pada kategori Sedang pada Rabu (14/10) pukul 11.00 WITA. Berdasarkan pemantauan data kualitas udara terkini, angka indeks berada di tingkat 64 AQI⁺ US. Dari hasil pemantauan tersebut, polutan utama yang mencemari udara Kota Makassar adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 16 µg/m³. Partikel PM2.5 […]
-
Diskominfo dan BMKG Diminta Sajikan Informasi Kualitas Udara Makassar Tiap Hari Lewat Ponsel
- calendar_month 13 jam yang lalu
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memperketat pemantauan kualitas udara menyusul fenomena kabut asap yang menyelimuti wilayah kota selama beberapa hari terakhir. Untuk memastikan masyarakat mendapatkan data akurat dan cepat, Pemkot Makassar menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi […]
-
Kualitas Udara Makassar Memburuk, Wali Kota Potong Agenda Forum PBB di Swiss
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penurunan kualitas udara yang memicu kabut asap di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam beberapa pekan terakhir menuai perhatian serius dari jajaran pemerintah kota. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), meminta jajarannya mengambil langkah darurat untuk melindungi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), […]
-
Sidang Korupsi Bibit Nanas Rp52,4 M: Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Terima Suap, Auditor Bongkar Pengondisian
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- account_circle Redaksi
- 0Komentar
Makassartoday.com, Makassar — Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus membongkar anatomi kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPH-BUN) Sulsel Tahun Anggaran 2023–2024. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Makassar pada Senin (12/10/2026), JPU menghadirkan empat orang saksi untuk menguatkan pembuktian terhadap perkara […]

