Makassartoday.com, Makassar – Kebijakan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Makassar kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat luas. Ratusan warga mempertanyakan skala prioritas pemerintah, lantaran jalan yang dinilai masih dalam kondisi mulus justru kembali diperbaiki, sementara banyak ruas jalan yang rusak parah seolah dibiarkan tanpa penanganan.
Sorotan ini memuncak menyusul adanya aktivitas perbaikan di Jalan Haji Bau, Makassar, pada Sabtu (2/5/2026). Berdasarkan keluhan warga yang ramai diperbincangkan di media sosial—salah satunya melalui akun informasi lokal Makassar—kondisi jalan di kawasan tersebut dinilai masih relatif baik dan belum mendesak untuk dilakukan perbaikan.
“Sebuah pertanyaan besar yang sudah lama mengganjal: Mengapa pemerintah lebih mengutamakan perbaikan jalan yang masih mulus dibanding jalan yang benar-benar rusak?” keluh salah satu warga yang mewakili keresahan publik.
Ironisnya, fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan. Di saat Jalan Haji Bau mendapat polesan baru, banyak titik lain di pelosok dan sudut Kota Makassar yang kondisinya rusak parah dan membahayakan pengendara dibiarkan begitu saja. Kondisi ini bukan tanpa risiko; jalanan berlubang tersebut dilaporkan sering memakan korban kecelakaan hampir setiap harinya.
Warga mengaku telah berkali-kali melayangkan laporan terkait jalan rusak di wilayah mereka, namun hingga kini tidak kunjung mendapatkan respons maupun tindakan nyata yang memuaskan dari instansi terkait.
Situasi ini memicu sejumlah pertanyaan kritis di kalangan masyarakat terkait transparansi dan penentuan proyek perbaikan jalan. Warga mempertanyakan empat hal mendasar:
- Apakah skala prioritas perbaikan jalan sudah benar-benar disusun berdasarkan tingkat kebutuhan darurat masyarakat?
- Apakah ada indikasi kepentingan tertentu di balik pemilihan lokasi proyek perbaikan jalan?
- Apakah alokasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan sudah digunakan secara tepat sasaran?
- Siapa pihak yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan jalan mana yang harus diprioritaskan?
Harapan masyarakat Makassar sebenarnya sangat sederhana. Mereka hanya menuntut hak untuk mendapatkan akses jalan yang layak, aman, dan tidak membahayakan keselamatan saat dilalui setiap hari.
“Bukan jalan mulus yang dipoles agar makin mulus, sementara jalan rusak terus-menerus memakan korban,” tegas Ramli, salah seorang warga pengguna jalan raya.

