Sentil OPD yang Hanya Kejar Serapan, Appi Minta APBD Makassar Berdampak Langsung ke Masyarakat
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar pemenuhan target administrasi atau tingginya serapan anggaran.
Penegasan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Appi ini saat membuka Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Rangka Mendukung Pencapaian Program Prioritas Pemkot Makassar yang dikemas melalui Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Gammara, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini juga menghadirkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, sebagai narasumber.
Dalam arahannya, Appi menekankan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh dipandang sebatas proses menyusun angka pendapatan dan belanja belaka, melainkan sebagai instrumen pembangunan untuk menjawab kebutuhan warga.
“APBD bukan sekadar melihat angka-angka belanja yang diatur dari pendapatan, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Appi.
Ia mengingatkan seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan—wajib menghasilkan manfaat terukur. Indikator keberhasilan pembangunan, lanjutnya, harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan warga, termasuk penurunan angka kemiskinan.
“Kalau hari ini angka kemiskinan masih pada posisi tertentu, maka tahun depan harus lebih baik. Pemerintah hadir untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ubah Paradigma Belanja dan Dorong Kolaborasi
Lebih lanjut, Appi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk merombak pola pikir dalam menyusun program kerja. Belanja pemerintah dituntut tidak lagi didominasi untuk pemenuhan kebutuhan internal organisasi, melainkan diarahkan penuh pada program prioritas yang berdampak langsung.
Di sisi lain, menyikapi keterbatasan APBD, Wali Kota Makassar ini mendorong penguatan kolaborasi dengan sektor swasta serta optimalisasi investasi.
“Banyak pola kerja sama yang bisa dilakukan. Kita tidak boleh hanya bergantung pada APBD, tetapi harus membuka ruang kolaborasi agar program-program prioritas tetap dapat berjalan optimal,” ungkapnya.
Melalui forum FGD bersama Kemendagri ini, Appi berharap seluruh jajaran Pemkot Makassar memiliki persepsi yang sama dalam mengadopsi tata kelola keuangan modern yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
- person

