Dinas PU Makassar Targetkan 65 Lokasi Sumur Bor Baru Hingga 2027
- calendar_month 12 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Persoalan kekeringan tanggung jawab kami pemerintah untuk menyiapkan SPAM kebutuhan jangka panjang. Sangat berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bagi warga Kota Makassar,” ujar Zuhaelsi, Rabu (16/9/2026).
Pemerintah tak ingin sekadar mengandalkan penanganan darurat melalui mobil tangki. Kolaborasi juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM untuk memperkuat infrastruktur agar masyarakat mendapat pasokan air secara berkelanjutan.
- Empat Strategi dan Teknologi Arsinum di Kepulauan
- Penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan utama:
- Pembangunan baru di kawasan nir-akses.
- Peningkatan kapasitas debit air melalui sumur bor.
- Perluasan layanan penambahan Sambungan Rumah (SR).
- Pemeliharaan infrastruktur secara berkala.
Khusus wilayah pesisir dan pulau seperti Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Dinas PU menerapkan teknologi Air Siap Minum (Arsinum) untuk mengolah air payau menjadi air minum layak konsumsi.
“Di Pulau Sangkarrang ada dua titik pada 2025, yaitu di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” jelas Zuhaelsi.
Target 65 Lokasi Hingga 2027
Dinas PU Makassar mencatat pemetaan program SPAM dalam kurun tiga tahun (2025–2027) mencakup total 65 lokasi:
| Tahun | Total Lokasi | Pembangunan Baru | Pemeliharaan | Peningkatan Kapasitas | Perluasan Jaringan |
| 2025 | 23 | 14 | 4 | 2 | 3 |
| 2026 | 18 | 10 | 3 | 2 | 3 |
| 2027 (Rencana) | 24 | 16 | Sisa alokasi pemeliharaan, peningkatan & perluasan |
Beberapa titik prioritas meliputi Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Kepulauan Sangkarrang. Sejumlah lokasi hasil pembangunan 2025 bahkan telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Setiap unit SPAM dirancang memiliki fasilitas pengeboran, reservoir, hingga jaringan distribusi dengan kapasitas minimal 50 hingga lebih dari 100 Sambungan Rumah.
“Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak saat musim kemarau,” pungkasnya.
- person

