Pemkot Makassar Bakal Tambah Alokasi Anggaran dan Armada Sampah
- calendar_month 6 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pembenahan sistem pengelolaan persampahan, mulai dari hulu hingga hilir.
Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah pemilahan sampah dari sumber, terutama rumah tangga, sebelum sampah masuk ke sistem pengangkutan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Langkah tersebut berjalan beriringan dengan upaya Pemkot Makassar menyesuaikan porsi anggaran pengelolaan persampahan sebagaimana diarahkan pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mengalokasikan porsi penganggaran persampahan sebesar 3 persen sesuai dengan instruksi pusat.
Namun, penyesuaian tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan struktur APBD yang telah berjalan.
“Kita akan jalankan sesuai arahan pusat, sekarang lagi mencoba untuk mengatur ini,” ujar Zulkifly, Kamis (24/9/2026).
“Ada struktur rancangan APBD yang secara drastis tidak mungkin kita bisa langsung berubah, tetapi kita memaksimalkan sehingga proses progresnya itu bisa kita kejar,” lanjutanya.
Menurut mantan Kepada Bappeda Kota Makassar itu, peningkatan dukungan anggaran akan diarahkan pada kebutuhan pengelolaan persampahan secara menyeluruh, termasuk operasional pengangkutan dan penambahan sarana prasarana kebersihan.
Salah satunya melalui penguatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk armada pengangkutan sampah dan kerjasama lewat bank sampah umum (BSU) untuk nilai ekonomi.
“Jadi, ada beberapa item bisa kita maksimlak. Penyusunan BBM itu sudah utamanya untuk alat transportasi pengangkutan sampah dan BSU juga penting,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan penambahan sarana dan prasarana kebersihan, seperti motor sampah dan mobil pengangkut sampah.
Lebih lanjut, mantan Kadis PTSP itu menekankan, penambahan armada tidak dilakukan sekadar berdasarkan kebutuhan sesaat, tetapi melalui kajian terhadap volume sampah dan kebutuhan pengangkutan di masing-masing wilayah.
“Berapapun volume sampah yang kita angkut, nantinya akan dikaji kira-kira berapa kebutuhan dari setiap kecamatan dalam hal pengangkutan sampah,” katanya.
Di sisi lain, penguatan pemilahan sampah dari sumber diyakini dapat menekan volume sampah yang harus diangkut menuju TPA.
- person

