Pemkot Makassar Bakal Olah Air Laut Jadi Air Minum
- calendar_month 2 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perwakilan PT Prolink Intidata Nusantara, Masse alias Imam, menjelaskan bahwa solusi ini merupakan bagian dari layanan Nusa Tirta Water dengan usungan konsep “Air Bersih untuk Nusantara”. Menurutnya, sistem SWRO bekerja secara terstruktur, mulai dari penyedotan air baku, penyaringan berlapir, proses reverse osmosis, hingga tahap sterilisasi ultraviolet (UV).
“Program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. SWRO dirancang khusus untuk mengolah air laut atau air asin menjadi air siap konsumsi,” ujar Imam.
Dalam skema penerapannya, air laut tidak disedot langsung menggunakan pompa guna menghindari kerikil atau organisme laut yang dapat merusak mesin. Sebagai gantinya, sistem memanfaatkan sumur di pesisir sebagai penampung air baku sebelum dipompa ke tangki pengolahan yang dilengkapi sensor otomatis pemantau kekeruhan dan ketinggian air.
Air baku tersebut kemudian melewati tiga komponen utama: multimedia filter untuk menyaring material besar, pre-filter, dan membran RO. Di dalam membran RO, air diberi tekanan tinggi untuk memisahkan kandungan garam dan zat terlarut lainnya.
Dari setiap satu meter kubik air baku yang diproses, sekitar 30 persen menghasilkan air olahan RO, sementara 70 persen sisanya berupa air buangan berkadar garam tinggi. Menariknya, limbah air sisa proses desalinasi ini masih dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai bahan baku pembuatan garam.
Setelah memlalui proses RO, air ditampung dalam tangki khusus berbahan stainless steel standar pangan untuk menjaga higienitas, lalu melewati sterilisasi sinar UV sebelum didistribusikan.
“Setelah keluar dari output UV, air sudah dipastikan steril dan siap untuk diminum langsung,” tegasnya.
Dari aspek efisiensi energi, teknologi ini dirancang mandiri menggunakan sekitar 29 panel surya. Dengan kebutuhan daya mesin sekitar 2.700 watt, sistem daya surya disiapkan melebihi kapasitas dasar guna menjaga kestabilan operasional saat intensitas matahari fluktuatif. Panel surya ini juga tetap efektif menyerap radiasi meski dalam kondisi cuaca mendung atau hujan.
Satu unit mesin SWRO ini mampu memproduksi sekitar 250 liter air siap minum per jam. Untuk mengakomodasi kebutuhan produksi pada malam hari, sistem ini juga mendukung skema hybrid yang terhubung dengan jaringan listrik PLN.
Inovasi ini diharapkan menjadi jawaban konkret atas tantangan ketersediaan air bersih di wilayah kepulauan Makassar yang memiliki karakteristik geografis berbeda dari daratan.
“Teknologi desalinasi berbasis energi surya ini berpotensi besar dikembangkan secara bertahap di pulau-pulau outer. Selain memanfaatkan potensi lokal dan energi terbarukan, program ini menjadi wujud pemerataan pelayanan publik bagi seluruh warga Makassar,” pungkas Imam.
- person

