Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Viral » Viral ‘Pesta Ulang Tahun Boti’ di Makassar, Dinilai Tabrak Norma Budaya Kota Daeng

Viral ‘Pesta Ulang Tahun Boti’ di Makassar, Dinilai Tabrak Norma Budaya Kota Daeng

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar — Pesta ulang tahun yang diduga digelar oleh selebgram asal Makassar, berisinial KW, mendadak jadi perbincangan hangat publik dan viral di media sosial. Acara yang dijuluki warganet sebagai “pesta ulang tahun boti” tersebut menuai beragam reaksi kritis dari masyarakat.

Sorotan publik mengemuka lantaran kegiatan tersebut dinilai menampilkan ekspresi dan gaya hidup yang sensitif serta dinilai kurang selaras dengan nilai-nilai sosial masyarakat setempat. Unggahan akun Instagram @lambehturah_makassar bahkan secara tegas menyuarakan desakan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera mengambil tindakan terkait penyelenggaraan acara tersebut.

Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Kota Daeng, Makassar memegang teguh nilai budaya, adat, serta norma sosial yang kuat. Masyarakat mempertanyakan pengemasan dan izin penyelenggaraan acara tersebut, terlebih karena melibatkan figur publik dengan jumlah pengikut yang cukup besar di media sosial.

Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, warga berharap setiap kegiatan publik yang digelar di Makassar tetap memperhatikan aspek ketertiban, norma kesusilaan, dan kearifan lokal demi menjaga kondusivitas kota.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi memperingatkan seluruh pihak agar tidak menghalangi penindakan terhadap fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di lapangan. Appi mendorong penguatan komitmen bersama untuk memberantas persoalan tersebut tanpa adanya intervensi yang melindungi pihak bersalah.

Dia menegaskan pemerintah kota akan berkolaborasi dengan DPRD Makassar untuk menyusun peraturan daerah (perda). Langkah itu bertujuan menciptakan aturan main yang jelas guna melindungi anak-anak dan generasi mendatang.

“Jadi, ini akan menjadi kolaborasi antara pemerintah dan legislatif memastikan bahwa ada aturan main yang akan kita lakukan. Kita tidak mau terjebak dalam keadaan seperti ini. Anak-anak kita, saudara-saudara kita harus dilindungi. Maka dari itu, aturan yang sangat tegas harus ada untuk memastikan proses ini berjalan secara legitimate. Dan ini sudah akan mulai bergulir di DPRD,” jelas Appi.

Appi memastikan pembentukan regulasi tersebut melalui mekanisme perda inisiatif. Dia memandang aturan hukum ini sebagai dasar kuat untuk memutus mata rantai perkembangan LGBT di Makassar.

“Iya, pasti setuju. Perda ini memang butuh sebagai cantolan kita untuk memastikan ini tidak bisa berkembang lagi di Kota Makassar. Maka dari itu, pemerintah kota memastikan Perda ini akan jalan,” tegasnya.

Appi juga menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah agar memberikan dukungan penuh selama proses penyusunan draf aturan. Dia mengharapkan sinergi yang baik antara pihak eksekutif dan legislatif demi menghasilkan landasan hukum yang implementatif.

“Perda ini akan jalan. Dan kami mohon teman-teman dari SKPD untuk men-support dengan baik dan juga memastikan kerja sama kita dengan anggota dewan yang terhormat bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, kolaborasi ini harus membuahkan aksi nyata yang bermanfaat secara langsung di tengah kehidupan masyarakat. Upaya itu menjadi benteng pertahanan bagi generasi berikutnya agar tidak terjebak dalam fenomena serupa.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini menghasilkan bukan hanya Perda sebagai landasan, tapi juga kegiatan nyata di tengah masyarakat untuk menghindari generasi berikutnya terjebak dalam hal serupa,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Makassar Muchlis Misbah telah menyuarakan urgensi pembentukan perda larangan LGBT. Dia menekankan keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama di atas segala risiko yang mungkin timbul.

“Perda larangan LGBT ini harus segera dibuat. Apa pun risikonya kita hadapi karena ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tegas Muchlis Misbah
beberapa waktu lalu.

Muchlis mengungkapkan temuan mengkhawatirkan dari hasil rapat monitoring dan evaluasi (Monev) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA). Data tersebut menunjukkan adanya tren peningkatan fenomena LGBT di Makassar, terutama pada level pelajar SMP.

Kondisi itu memicu kekhawatiran terkait potensi lonjakan kasus penyakit menular berbahaya. Muchlis menyoroti keterkaitan fenomena sosial ini dengan ancaman kesehatan masyarakat secara luas.

Dengan meningkatnya fenomena ini, tentu kita khawatir akan diikuti dengan meningkatnya kasus HIV. Ini yang tidak kita harapkan bersama,” ujar politisi Partai Hanura tersebut.

  • person
Bagikan Threads
expand_less