Puluhan Pasangan Mesum di Makassar Terjaring Razia
- calendar_month 7 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menggelar patroli terpadu dan penjangkauan terhadap kelompok Wanita Tuna Susila (WTS) serta waria di sejumlah penginapan, wisma, dan hotel pada Sabtu (31/10/2026) malam.
Dalam operasi gabungan tersebut, petugas berhasil menjangkau sebanyak 48 orang untuk diberikan pembinaan serta pendampingan sosial.
Patroli malam ini melibatkan personel dari Polrestabes Makassar, Kodim 1408/BS-MKS, Satpol PP Kota Makassar, Kesbangpol, DPPPA, dan jajaran perangkat daerah terkait. Kegiatan diawali dengan apel bersama di Balai Kota Makassar yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinsos Makassar I Nyoman Aria, Kabid Rehabilitasi Sosial Muh. Zuhur, serta Kepala UPT RPTC Masri.
Kepala Dinsos Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan bahwa penjangkauan ini dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan persuasif.
“Penjangkauan ini kami lakukan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis. Setelah pendataan dan asesmen, setiap orang akan ditangani sesuai kebutuhan, termasuk melalui pembinaan sosial dan pendampingan keluarga. Upaya pencegahan HIV/AIDS juga perlu dilakukan melalui edukasi dan layanan kesehatan yang tepat,” ujar Andi Bukti.
Dari hasil asesmen dan pendataan di lapangan, tim mencatat total 48 orang yang terjangkau. Rinciannya meliputi 7 orang kategori WTS, 2 orang mucikari, 1 orang kategori tuna susila lainnya, serta 38 orang yang terjaring sebagai pasangan bukan suami-istri.
Sebagai tindak lanjut, mereka yang masuk dalam kategori WTS dan tuna susila lainnya akan dirujuk ke Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattirodeceng untuk mendapatkan bimbingan mental, spiritual, serta pelatihan keterampilan.
Sementara bagi warga yang terdata bukan pasangan suami-istri sah, petugas akan melakukan pemanggilan terhadap pihak keluarga guna pembinaan lebih lanjut.
- person

