Bahan Bangunan Naik dan Suku Bunga KPR Jadi Penyebab Utama Penjualan Rumah Anjlok
- calendar_month 16 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Jakarta — Pasar properti residensial di Indonesia mencatatkan penurunan performa pada triwulan ketiga tahun ini. Penjualan properti residensial di pasar primer mengalami kontraksi sebesar 8,43 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III/2026.
Mengutip laporan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan Bisnis Indonesia, penurunan penjualan rumah tapak tersebut tercatat lebih dalam dibandingkan kuartal II/2026 yang terkoreksi minus 2,36 persen YoY.
Bank sentral mencatat koreksi pertumbuhan penjualan ini terjadi di seluruh tipe rumah. Segmen rumah tipe menengah menjadi pasar yang mengalami penurunan paling tajam, yakni minus 15,42 persen YoY pada kuartal III/2026. Penurunan ini melanjutkan tren negatif kuartal sebelumnya yang terkoreksi 10,51 persen YoY.
Kondisi serupa dialami oleh segmen rumah tipe besar. Penjualan rumah tipe ini berbalik arah ke zona kontraksi dengan penurunan 10,78 persen YoY per kuartal III/2026, setelah pada kuartal sebelumnya sempat melonjak hingga 13,08 persen YoY.
Sementara itu, penjualan rumah tipe kecil turut tertekan dengan koreksi sebesar 4,95 persen YoY, melanjutkan tren penurunan dari kuartal II/2026 yang tercatat minus 2,88 persen YoY.
Berdasarkan survei terhadap responden pengembang di 16 kota, BI mengidentifikasi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan dan penjualan rumah:
- Kenaikan harga bangunan (dikeluhkan oleh 26,24% pengembang)
- Kendala perizinan dan birokrasi (17,17%)
- Tingkat suku bunga KPR (15,71%)
- Beban perpajakan (10,54%)
- Besarnya proporsi uang muka KPR (10,05%)
Di tengah penurunan volume penjualan, harga rumah justru bergerak tipis ke arah berlawanan. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal III/2026 tercatat masih tumbuh 0,58 persen YoY, meski secara laju melambat dibanding kuartal sebelumnya (0,69% YoY). Untuk rumah tipe menengah, pertumbuhan harganya tercatat sebesar 0,63 persen YoY.
- person

