Makassartoday.com, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan oleh nama Winda Can, seorang pedagang jus yang mendadak menjadi pusat perhatian netizen di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), hingga grup-grup Telegram. Bukan karena inovasi dagangannya, nama Winda mencuat lantaran beredarnya potongan video pribadi yang diduga bocor ke publik.
Fenomena ini memicu gelombang pencarian masif dengan kata kunci “Winda Can Viral” atau “Video Botol Parfum”. Namun, di balik rasa penasaran netizen, terdapat isu privasi dan keamanan digital yang jauh lebih serius.
Siapa Sosok Winda Can?
Winda Can, yang memiliki nama asli diduga Winda Sari Safitri, sebelumnya dikenal sebagai sosok yang aktif di media sosial. Ia sering mengunggah konten kesehariannya saat berjualan jus di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dengan persona yang ramah dan penampilan berhijab, Winda sempat memiliki basis pengikut yang cukup loyal.
Kronologi Kegaduhan di Media Sosial
Kehebohan bermula saat sebuah video berdurasi sekitar 7 menit 45 detik tersebar. Video tersebut menampilkan aktivitas pribadi di ruang tertutup yang diklaim sebagai Winda Can.
Perdebatan netizen terbagi menjadi dua kubu:
Kubu Kontra: Menyoroti kontradiksi antara penampilan hijab Winda di ruang publik dengan konten yang beredar.
Kubu Simpati: Menganggap Winda sebagai korban pelanggaran privasi atau peretasan data pribadi yang tidak seharusnya disebarluaskan.
Waspada Bahaya di Balik ‘Link’ Viral
Para pakar keamanan siber mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengklik tautan (link) yang menjanjikan video penuh Winda Can. Banyak dari tautan tersebut merupakan phishing atau malware yang dapat mencuri data pribadi pengaksesnya.
“Viralitas seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan perangkat lunak berbahaya. Sebaiknya masyarakat lebih bijak dan berhenti menyebarkan konten yang melanggar privasi orang lain,” ujar seorang pengamat media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Winda Can terkait kebenaran video tersebut maupun langkah hukum yang akan diambil atas dugaan kebocoran data pribadinya.

