Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar tengah mengencangkan ikat pinggang dalam melakukan akselerasi pembangunan. Fokus utama saat ini adalah mewujudkan visi kota yang maju, inklusif, dan memiliki daya saing global.
Di bawah nakhoda Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, berbagai program strategis mulai dipertajam. Keduanya ingin memastikan bahwa setiap kebijakan menjawab kebutuhan riil masyarakat di akar rumput.
Memasuki fase perencanaan untuk tahun anggaran 2026, komitmen tersebut diuji melalui tingginya partisipasi publik. Hal ini terlihat dari ribuan usulan yang masuk melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 2.181 usulan program yang telah masuk ke dalam sistem perencanaan. Angka ini mencerminkan tingginya harapan warga terhadap perubahan wajah Kota Makassar ke depan.
Secara rinci, usulan tersebut terdiri dari 1.194 usulan Daftar Kegiatan Lingkungan (Dakel) dan 980 usulan sektoral. Selain itu, terdapat 795 usulan gabungan yang memerlukan sinkronisasi lintas instansi.
Pemaparan data tersebut menjadi bahasan utama dalam Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar oleh Bappeda Makassar. Acara ini berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Kamis (12/2/2026).
Forum strategis ini dirancang sebagai wadah konsolidasi antar-SKPD. Tujuannya jelas: menyelaraskan program agar tepat sasaran dan tidak terjadi pemborosan anggaran akibat ego sektoral.
Acara ini dihadiri langsung oleh pasangan kepala daerah, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham. Kehadiran mereka memberikan sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap perencanaan dilakukan secara ketat dari level atas.
Namun, dalam forum tersebut, suasana sempat menegang saat Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan pidatonya. Ia memberikan peringatan keras terkait kondisi internal birokrasi di lingkup Pemkot Makassar.
Munafri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada soliditas tim. Ia meminta para pimpinan perangkat daerah untuk membereskan masalah internal masing-masing sebelum melangkah lebih jauh.
“Bagaimana mau kerja lintas sektor kalau di dalam internal sendiri masih banyak hal yang belum dibenahi dengan baik,” tegas Munafri di hadapan para peserta forum.

