By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Modern, Inklusif, dan Transparan: Misi Besar di Balik 2.181 Usulan Pembangunan Makassar 2026
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Metro > Modern, Inklusif, dan Transparan: Misi Besar di Balik 2.181 Usulan Pembangunan Makassar 2026
Metro

Modern, Inklusif, dan Transparan: Misi Besar di Balik 2.181 Usulan Pembangunan Makassar 2026

admin
admin
Share
6 Min Read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membuka Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar oleh Bappeda Makassar. Acara ini berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton, Kamis (12/2/2026)./Foto:Hms
SHARE

Sosok yang akrab disapa Appi ini bahkan menyinggung istilah deep state dan state capture. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di pusat, tapi bisa merayap hingga ke tingkat pemerintah daerah.

Ia menjelaskan bahwa deep state di birokrasi adalah kondisi di mana sistem internal justru menggenggam jalannya pemerintahan. Kelompok-kelompok tertentu kerap mengubah arah kebijakan demi kepentingan sepihak.

Selama hampir satu tahun melakukan pengamatan, Appi mengaku menemukan praktik-praktik transaksional. Terutama, ia menyoroti proses pengadaan barang dan jasa yang masih menjadi celah permainan oknum.

Ia juga mengkritik tajam adanya ego sektoral yang masih menghambat prioritas pembangunan. Program yang seharusnya mendesak bagi warga seringkali kalah oleh kepentingan kelompok tertentu.

Periklanan
Ad imageAd image

“Inilah yang menjadi alarm bagi kita semua. Leadership kita sedang diuji. Jangan sampai laporan yang masuk ke meja saya semuanya hanya manis di atas kertas,” katanya dengan nada serius.

Untuk memutus rantai tersebut, Munafri berjanji akan melakukan pengawasan dan cross check secara langsung di lapangan. Ia tidak ingin hanya duduk di belakang meja menerima laporan formal.

Bahkan, ia menyebut akan melibatkan organisasi non-pemerintah sebagai pihak independen. Mereka akan diminta ikut memelototi setiap kegiatan yang sedang berjalan agar tetap transparan.

Digitalisasi sistem pemerintahan juga disebut sebagai solusi utama. Dengan sistem digital, celah-celah manipulasi dan praktik koruptif diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Namun, Appi mengakui bahwa jalan menuju digitalisasi tidaklah mulus. Masih ada beberapa perangkat daerah yang tampak enggan dan tertutup terhadap perubahan sistem yang lebih transparan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia kembali mengingatkan agar tidak ada lagi SKPD yang membangun “kerajaan” sendiri. Sinergi antar-dinas harus dikedepankan demi efisiensi anggaran dan waktu.

Selain masalah sistem, Appi juga menyoroti masalah lingkungan, terutama kebersihan kota. Ia mewajibkan program “Jumat Bersih” menjadi agenda rutin hingga ke tingkat RT setiap minggunya.

Ia juga memerintahkan penataan taman kota yang lebih estetis. Termasuk di dalamnya adalah penertiban baliho yang semrawut dan larangan iklan rokok di kawasan jantung kota Makassar.

Previous Page123Next Page

You Might Also Like

Appi Ultimatum Lurah yang Bolos Rakor Terkait Pengelolaan Sampah

Cegah Kebocoran Anggaran, Wali Kota Makassar Bakal Sisir ‘Data Siluman’ Petugas Kebersihan

5 Tahun Berdiri di Atas Drainase, Lapak Pedagang di Jalan Datuk Patimang Dibongkar

Targetkan 12 Ribu Pelari, Appi Jadikan Balaikota Makassar Titik Kumpul Runners

Antrean Kendaraan Membeludak, Tiga SPBU di Makassar Dijaga Ketat Polisi

TAGGED: Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar
admin Februari 12, 2026 Februari 12, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Heboh Biaya Admin QRIS Rp1.000, BI: Pedagang Dilirang Bebankan ke Konsumen
Next Article Tata PKL Bertahap, Pemkot Makassar Siapkan Lokasi Khusus dan Sentra UMKM
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Rahasia Produktivitas Tinggi: Mengenal Sleep Hygiene dan Cara Menerapkannya
Health April 6, 2026
Appi Ultimatum Lurah yang Bolos Rakor Terkait Pengelolaan Sampah
Metro April 6, 2026
Cegah Kebocoran Anggaran, Wali Kota Makassar Bakal Sisir ‘Data Siluman’ Petugas Kebersihan
Metro April 6, 2026
5 Tahun Berdiri di Atas Drainase, Lapak Pedagang di Jalan Datuk Patimang Dibongkar
Metro April 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?