Makassartoday.com, Makassar – Suasana halaman Balaikota Makassar pada Ahad (5/4/2026) pagi tampak berbeda. Mengenakan jersey kuning cerah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membaur bersama ratusan pelari dari berbagai komunitas untuk memulai tradisi baru: lari bersama setiap akhir pekan.
Aksi ini bukan sekadar olahraga rutin, melainkan gong pembuka menuju gelaran bergengsi Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang akan dihelat akhir Mei mendatang. Munafri ingin memastikan atmosfer kompetisi lari terbesar di Indonesia Timur tersebut sudah terasa sejak jauh hari.
”Terima kasih telah membuat event luar biasa yang menjadi ikon flagship lari di Indonesia Timur. Hari ini kita memulai countdown menuju ke sana. Saya berharap vibes sehat ini terus kita sebarkan di seluruh penjuru kota,” ujar Munafri di sela-sela kegiatan.
Balaikota Jadi Rumah Para Runners
Inisiatif lari mingguan ini merupakan strategi Munafri untuk memperkuat identitas Makassar sebagai “Kota Pelari”. Ia secara resmi membuka pintu Balaikota setiap akhir pekan untuk dijadikan pusat sosialisasi dan titik kumpul (start) bagi komunitas lari.
”Setiap minggu tempat ini bisa kita pakai untuk berlari. Saya ingin euforia MHM 2026 tidak hanya meledak di hari H, tapi sudah mendarah daging dalam kebiasaan hidup sehat warga kita,” tambahnya.
Target 12 Ribu Peserta dan Pesan Hospitality
MHM 2026 diproyeksikan akan menyedot perhatian sekitar 12.000 pelari dari berbagai penjuru nusantara hingga mancanegara. Menyadari skala besar tersebut, Munafri menitipkan pesan penting mengenai pelayanan dan keramahan (hospitality).
”Saya berharap para runners dan warga mulai menata hospitality kita. Mari kita sambut tamu-tamu yang datang dengan hangat. Ini momentum penting untuk membuktikan Makassar adalah tuan rumah yang luar biasa bagi event skala besar,” tegasnya.
Pemerintah Kota Makassar pun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap MHM yang kini telah masuk dalam kalender event unggulan daerah.
Usai memberikan sambutan dan melepas peserta, pria yang akrab disapa Appi ini tidak langsung beranjak. Ia justru turun ke lintasan, ikut memacu keringat bersama para pelari menyusuri jalanan kota, menegaskan bahwa pemimpin pun ambil bagian dalam gaya hidup sehat yang ia gaungkan.

