Di sektor infrastruktur misalnya, ruang-ruang publik kembali dihidupkan, dan pembangunan kini menjangkau lorong-lorong kota hingga kawasan pinggiran.
Kebijakan pro-UMKM dan penguatan ekonomi kreatif juga turut membuka ruang-ruang produktivitas baru bagi warga.
Berdasarkan rilis BPS, efektivitas intervensi sosial ekonomi ini membuahkan hasil, di mana tingkat kemiskinan menurun drastis dari 4,97 persen (2024) menjadi 4,43 persen (2025).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar juga tercatat mengalami peningkatan yang solid, dari 85,23 pada 2024 menjadi 85,66 pada tahun 2025.
Peningkatan kualitas hidup ini sejalan dengan Angka Harapan Hidup masyarakat yang naik menjadi 75,60 tahun, dibandingkan 75,33 tahun pada periode sebelumnya.
Dari sisi ekonomi kerakyatan, pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp18,38 juta menjadi Rp18,87 juta, diiringi dengan turunnya angka pengangguran dari 9,71 persen menjadi 9,60 persen.
Melihat tren positif ini, Kadiskominfo Makassar memastikan pihaknya akan terus mengawal transparansi informasi agar seluruh capaian dan program ke depan dapat diawasi bersama demi mewujudkan Makassar yang makin unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
(**)
Satu Tahun kepemimpinan MULIA di Makassar:
1. Tingkat Kemiskinan MENURUN dari 4,97 % (2024) menjadi 4,43 % (2025).
2. Indeks Pembangunan Manusia MENINGKAT 85,23 (2024) menjadi 85,66 (2025).
3. Angka Harapan Hidup yang merefleksikan indeks kesehatan MENINGKAT 75,33 tahun (2024) menjadi 75,60 tahun (2025)
4. Harapan Lama Sekolah (15,63 tahun) dan Rata-rata Lama Sekolah (11,59 tahun) yang merefleksikan indeks pendidikan MENINGKAT
5. Pengeluaran riil per kapita MENINGKAT 18,38 jt (2024) menjadi 18,87 jt (2025)
6. Tingkat Pengangguran MENURUN dari 9,71 % 2024 menjadi 9,60 % 2025

