By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Ambisi Bioetanol Bahlil: Klaim Mandiri, Tapi Bergantung Impor Tarif 0% dari Amerika
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Nasional > Ambisi Bioetanol Bahlil: Klaim Mandiri, Tapi Bergantung Impor Tarif 0% dari Amerika
Nasional

Ambisi Bioetanol Bahlil: Klaim Mandiri, Tapi Bergantung Impor Tarif 0% dari Amerika

admin
admin
Share
3 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangannya kepada awak media di Washington D.C., pada Jumat, 20 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris
SHARE

Makassartoday.com, Washington DC – Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terus menyuarakan narasi kedaulatan energi melalui kebijakan mandatori pencampuran bioetanol E5 dan E10. Namun, di balik ambisi kemandirian tersebut, pemerintah justru membuka lebar pintu masuk bagi produk Amerika Serikat melalui kebijakan tarif impor nol persen.

Dalam keterangannya di Washington DC, Jumat (20/2/2026), Bahlil menegaskan bahwa pencampuran etanol ke dalam bensin adalah langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan menciptakan peluang usaha baru di dalam negeri.

Meski demikian, klaim kedaulatan tersebut tampak kontradiktif dengan langkah pemerintah yang menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik untuk mengimpor bioetanol dari Amerika Serikat. Bahlil berdalih, impor ini merupakan solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan nasional yang belum mampu dipenuhi oleh produksi domestik.

“Sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika,” ujar Bahlil di hadapan awak media.

Periklanan
Ad imageAd image

Karpet Merah Tarif 0%

Hal yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan tarif masuk 0 persen bagi etanol impor. Pemerintah menilai langkah ini akan memberikan keuntungan langsung bagi industri nasional karena mendapatkan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan produksi lokal yang mungkin masih tinggi biayanya.

“Kalau kita masuknya dengan tarif 0 persen ke negara kita, berarti kan harus lebih murah dong. Ini kan menguntungkan kita sebenarnya,” tambah Bahlil.

Namun, kebijakan ini justru memicu pertanyaan besar: Bagaimana industri bioetanol domestik bisa tumbuh dan mencapai kemandirian jika harus langsung “diadu” dengan produk impor murah sejak awal?

Kedaulatan atau Ketergantungan?

Meskipun pemerintah berjanji bahwa impor hanya dilakukan “sampai produksi dalam negeri terpenuhi,” kebijakan tarif nol persen ini dinilai sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi menekan biaya produksi industri, namun di sisi lain berisiko melanggengkan ketergantungan pada pasokan luar negeri dan menghambat gairah investasi di sektor hulu bioetanol dalam negeri.

Kebijakan mandatori E5 dan E10 ini akhirnya memicu perdebatan: apakah ini benar-benar langkah menuju kedaulatan energi, atau sekadar pengalihan sumber ketergantungan energi dari fosil ke energi hijau yang bahan bakunya masih dipasok oleh negara lain?

You Might Also Like

Pemerintah Batal Lakukan Penyesuaian Harga BBM pada 1 April 2026, Minta Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Hilal Belum Penuhi Syarat, Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh pada Sabtu 21 Maret

KPK Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026, Ini Aturannya

Pejabat Diminta Tak Berlebihan Saat Gelar Open House Lebaran

TAGGED: Bahlil Lahadalia, Prabowo Subianto
admin Februari 22, 2026 Februari 22, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Pemkot Makassar Wajibkan Gerakan ASRI Dua Kali Sepekan
Next Article ‘Cukup Saya WNI, Anakku Jangan’ Ungkapan yang Lagi Viral: Jeritan Hati atau Sekadar Tren Sesaat?
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Rahasia Produktivitas Tinggi: Mengenal Sleep Hygiene dan Cara Menerapkannya
Health April 6, 2026
Appi Ultimatum Lurah yang Bolos Rakor Terkait Pengelolaan Sampah
Metro April 6, 2026
Cegah Kebocoran Anggaran, Wali Kota Makassar Bakal Sisir ‘Data Siluman’ Petugas Kebersihan
Metro April 6, 2026
5 Tahun Berdiri di Atas Drainase, Lapak Pedagang di Jalan Datuk Patimang Dibongkar
Metro April 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?