Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah berani untuk menyelamatkan bahasa daerah dari kepunahan di tengah gempuran digitalisasi. Bertempat di Museum Kota Makassar, Selasa (24/2/2026), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan Kota Makassar, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, dan BasaIbuWiki/Sulsel. Langkah ini dirancang sebagai jawaban atas fenomena semakin lunturnya penggunaan bahasa ibu di kalangan generasi muda.
Identitas yang Mulai Terkikis Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menyoroti tren miris di mana anak-anak masa kini lebih didorong menguasai bahasa asing namun melupakan bahasa asal mereka.
“Ini yang kadang terbalik. Anak-anak sekarang justru dipaksa bahasa asing sejak dini, sementara bahasa ibunya perlahan ditinggalkan,” ujar Munafri. Ia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan penyimpan nilai filosofis tinggi seperti dalam diksi kelo, pappasang, sinrilik, hingga royo.
Baca Sebelumnya: Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Makassar Bakal Diawasi Pemerintah
Menurutnya, penggunaan kamus digital adalah solusi adaptif agar pelajar tidak lagi merasa kesulitan atau malu mengakses kosakata lokal. “Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita,” tegasnya.
Visi “Trigatra Bangun Bahasa” Sejalan dengan visi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Munafri menekankan pentingnya keseimbangan dalam berbahasa:
1. Utamakan Bahasa Indonesia (sebagai pemersatu).
2. Lestarikan Bahasa Daerah (sebagai jati diri).
3. Kuasai Bahasa Asing (sebagai kebutuhan global).
Bukan Sekadar Seremonial Peluncuran ini ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Kepala Badan Pengembangan dan 5. Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin.
Munafri memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pendidikan agar program ini segera diimplementasikan secara masif di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta di Makassar. Ia tidak ingin kamus digital ini hanya menjadi simbol saat peluncuran saja.
“Kamus ini harus diaplikasikan dengan baik, dipakai di sekolah-sekolah dan dipelajari oleh anak-anak kita. Dengan begitu, kita bisa menjaga dan mempertahankan bahasa daerah sebagai warisan budaya,” pungkasnya.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum.

