By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: 1 dari 10 Orang Diperkirakan Memiliki Masalah Kesehatan Jiwa, Indonesia Tak Sedang Baik-baik Saja
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Scroll Untuk Melihat Konten
Ad imageAd image
Makassar Today > Blog > Lifestyle > Health > 1 dari 10 Orang Diperkirakan Memiliki Masalah Kesehatan Jiwa, Indonesia Tak Sedang Baik-baik Saja
Health

1 dari 10 Orang Diperkirakan Memiliki Masalah Kesehatan Jiwa, Indonesia Tak Sedang Baik-baik Saja

admin
admin
Share
3 Min Read
Ilustrasi
SHARE

Makassartoday.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merilis data terbaru yang cukup mengejutkan terkait kondisi psikologis masyarakat. Berdasarkan estimasi nasional per Januari 2026, setidaknya 28 juta penduduk atau 1 dari 10 orang di Indonesia diperkirakan hidup dengan masalah kesehatan jiwa.

Fenomena ini disebut sebagai “gunung es”, di mana angka yang terdeteksi di fasilitas kesehatan masih jauh lebih kecil dibandingkan realitas di lapangan. Minimnya kesadaran untuk melakukan skrining dini menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah saat ini.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa kesehatan jiwa tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dalam keterangannya, ia menyoroti bahwa kelompok usia muda justru menjadi yang paling rentan.

“Data skrining kita menunjukkan tren yang mengkhawatirkan pada generasi muda. Anak-anak dan remaja memiliki kerentanan 5 kali lebih tinggi terhadap kecemasan dan depresi dibandingkan kelompok dewasa. Ini adalah alarm keras bagi kita semua,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam paparan capaian kesehatan nasional baru-baru ini.

Periklanan
Ad imageAd image

Menkes menambahkan bahwa dari sekitar 28 juta orang yang diperkirakan mengalami gangguan jiwa, tingkat deteksi pada kelompok dewasa masih di bawah 1%. Hal ini terjadi karena stigma negatif yang masih melekat pada isu kesehatan mental di tengah masyarakat.

Berdasarkan laporan terbaru Kemenkes, berikut adalah poin-poin krusial terkait kondisi kesehatan mental di tanah air:

  1. Kelompok Rentan: Prevalensi depresi tertinggi ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun dengan angka mencapai 2%.
  2. Gap Pengobatan: Hanya sekitar 10,4% remaja yang mengalami masalah kejiwaan yang mencari bantuan profesional.
  3. Gejala Dominan: Sebanyak 363.326 anak terdeteksi memiliki gejala depresi, dan 338.316 anak menunjukkan gejala kecemasan berlebih.

Untuk menekan angka tersebut, Kemenkes kini mengintegrasikan skrining kesehatan jiwa ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat diakses masyarakat di berbagai puskesmas dan titik layanan publik.

“Kami ingin mengubah pendekatan. Kesehatan jiwa tidak harus langsung ke Rumah Sakit Jiwa. Puskesmas kini diperkuat untuk bisa melakukan deteksi awal dan tata laksana ringan. Kami mendorong setiap warga melakukan skrining minimal satu kali setahun,” lanjut Menkes Budi.

Pemerintah berharap dengan akses yang lebih mudah dan hilangnya stigma, masyarakat tidak lagi ragu untuk mencari bantuan medis demi meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas nasional.

(bs)

- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Waspada Virus Nipah: Kemenkes Terbitkan SE Kewaspadaan Dini di Pintu Masuk Negara

Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Panduan Praktis Agar Tetap Fit

Kenali Kesehatan Mentalmu

Geliat Bisnis Skincare Sultan, Konsumen yang Kerap Dirugikan

Dampak Makanan Fermentasi Tehadap Usus dan Imunitas

TAGGED: Gangguan Jiwa, Kementerian Kesehatan
admin Februari 8, 2026 Februari 8, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Perkuat Garda Terdepan, Wali Kota Munafri Janjikan Penghargaan Ratusan Juta untuk RT/RW
Next Article Wali Kota Makassar Usulkan Gerai Mandar untuk Permudah Akses Produk Lokal
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Darurat Sampah Kanal, Potret Kumuh di Pasar Terong Jadi Bukti Gagalnya Edukasi Lingkungan
Metro Februari 14, 2026
Andini dan Dufri Masihor: Dua Petinju Terbaik Makassar Siap Guncang Ring Asia
Sport Februari 14, 2026
City to City Makassar–Maniwa Diluncurkan, Implementasi Model Biomassa Sirkular
Metro Februari 14, 2026
Syaharuddin Alrif Ancam PAW Kader NasDem yang ‘Pikir Aneh-aneh’ di 2027
Politik Februari 13, 2026
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?