By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Dari ‘Government’ ke ‘Governance’: Menakar Keberanian Munafri-Aliyah Menata Ruang Publik
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Metro > Dari ‘Government’ ke ‘Governance’: Menakar Keberanian Munafri-Aliyah Menata Ruang Publik
Metro

Dari ‘Government’ ke ‘Governance’: Menakar Keberanian Munafri-Aliyah Menata Ruang Publik

admin
admin
Share
4 Min Read
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat pemaparan capaian kinerja pada refleksi satu tahun kepemimpinannya. Acara refleksi digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (20/2/2026)./Foto:Hms
SHARE

Makassartoday.com, Makassar – Satu tahun telah berlalu sejak Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham memimpin Kota Makassar. Dari angka-angka resmi, pertumbuhan ekonomi kota terlihat positif, pengangguran menurun, dan indeks pembangunan manusia berada di atas rata-rata nasional. Namun, di balik capaian tersebut, ada dinamika sosial yang lebih kompleks.

Dr. Sawedi Muhammad S.Sos, M.Sc, dosen Sosiologi dari Universitas Hasanuddin, menekankan bahwa kota bukan sekadar angka atau statistik. Makassar adalah ruang hidup masyarakat, di mana interaksi, emosi, dan aspirasi warganya saling bersinggungan. Perspektif sosiologi menyoroti isu-isu yang tidak selalu terlihat di laporan resmi, mulai dari pemerataan pembangunan, tantangan generasi muda, hingga kualitas ruang publik.

“Refleksi ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga ajakan bagi pemimpin dan masyarakat untuk memahami kota secara menyeluruh, sehingga pertumbuhan ekonomi dan inovasi digital tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga menghadirkan kota yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Sawedi, saat paparan perspektif di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat (20/2/2026).

Dr. Sawedi Muhammad memaparkan, perspektif sosiologis terkait satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham.

Periklanan
Ad imageAd image

Menurut Sawedi, biasanya capaian kepemimpinan seorang wali kota diukur melalui indikator baku secara universal. Namun, dalam pemaparan ini, ia mengambil perspektif berbeda. 

Ia menekankan bahwa angka-angka yang menunjukkan kemajuan ekonomi, pengangguran, atau indeks pembangunan manusia (IPM), meski penting, tidak selalu mencerminkan realitas sosial secara utuh. 

Ada fenomena strategis, taktis, dan kritis lain yang perlu dibahas sebagai masukan bagi Wali Kota dan timnya agar Makassar terus berkembang menjadi kota yang disegani tidak hanya di Indonesia Timur, tetapi juga secara nasional.

“Satu tahun ini memberikan gambaran positif, seperti yang disampaikan Deputi Bank Indonesia. Angka pengangguran menurun, IPM termasuk salah satu tertinggi di Indonesia bahkan di atas rata-rata nasional,” jelas Sawedi.

Namun, ia menilai beberapa hal yang sering kurang dibahas secara objektif, salah satunya terkait Gini ratio yang menunjukkan pemerataan pembangunan. 

Sawedi menekankan bahwa kota bukan sekadar angka atau agregat, tetapi sebuah ruang hidup (living space), di mana emosi dan interaksi sosial warganya saling berkaitan.

Ia menyoroti pemukiman kumuh yang masih tersebar di beberapa wilayah, termasuk Tallo dan wilayah utara Kota Makassar.

Generasi muda juga menjadi perhatian, karena rawan tersulut untuk melakukan tindakan kriminal atau kekerasan, dengan angka kasus yang signifikan. Data Kapolrestabes mencatat ribuan kasus yang ditangani secara serius.

“Dalam perspektif sosiologi, kota bukan panggung monolog. Kota adalah arena kontestasi antara banyak aktor yang memperebutkan akses, sumber daya,” katanya. 

“Angka-angka ini bisa menjadi pemicu untuk lebih berkreasi, berinovasi, tetapi juga menjadi peringatan untuk terus membangun Makassar secara unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” sambung Sawedi.

Dia menekankan istilah unggul, yang berasal dari bahasa Jawa, berarti lebih dari yang lain, pemenang, atau excellent, serta inklusif, artinya tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan.

Sawedi menyebutkan bahwa meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5% lebih, dan IPM sebesar 85,66%, upaya untuk menumbuhkan ekonomi sektor informal dan meningkatkan pemerataan masih perlu lebih intensif.

Lebih lanjut, ia menekankan tren pergeseran paradigma dari government ke governance. Pemerintahan yang bersifat hierarkis dan monolog harus bergeser ke model kolaboratif yang melibatkan dialog publik. 

Contohnya, upaya Wali Kota membangun trotoar yang manusiawi dan bersahabat bagi pejalan kaki melalui dialog dengan warga. Inovasi ini diapresiasi sebagai langkah keberanian dan perhatian terhadap ruang publik.

Sawedi juga memberikan beberapa saran konkret kepada Wali Kota dan jajaran. Dimana, siset perilaku generasi muda untuk memahami faktor-faktor yang memicu perkelahian antar kelompok agar dapat diarahkan ke kegiatan positif.

“Pengurangan kemacetan secara sistematis, mengingat kerugian akibat kemacetan, termasuk dampak ekonomi, emosional, dan fisik kendaraan. Serta, penanganan banjir melalui task force yang sudah dibentuk, namun perlu program lanjutan lebih konkret,” tutup akademisi Unhas itu. 

(**)

You Might Also Like

Setahun MULIA, 24 PSU Diserahkan: Rp371 Miliar Resmi Jadi Aset Pemkot

Satu Tahun Kepemimpinan Munafri-Aliyah: 105 Ruas Jalan Dibenahi dan 95 Ruas Disiapkan

Pemkot Makassar Safari Ramadan dan Subuh Keliling, Siapkan Paket Bantuan

Jelang HBKN, Wali Kota Makassar Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tetap Terkendali

Perumda Parkir Pastikan Pedestrian Baru di Kawasan RS Stella Maris Ramah Pejalan Kaki dan Tertib Parkir

TAGGED: Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar, PK5
admin Februari 20, 2026 Februari 20, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pemkot Makassar Safari Ramadan dan Subuh Keliling, Siapkan Paket Bantuan
Next Article Satu Tahun Kepemimpinan Munafri-Aliyah: 105 Ruas Jalan Dibenahi dan 95 Ruas Disiapkan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Hukum Mencicipi Masakan Saat Puasa bagi Juru Masak, Batal atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkapnya
Islam Februari 20, 2026
Setahun MULIA, 24 PSU Diserahkan: Rp371 Miliar Resmi Jadi Aset Pemkot
Metro Februari 20, 2026
Satu Tahun Kepemimpinan Munafri-Aliyah: 105 Ruas Jalan Dibenahi dan 95 Ruas Disiapkan
Metro Februari 20, 2026
Pemkot Makassar Safari Ramadan dan Subuh Keliling, Siapkan Paket Bantuan
Metro Februari 20, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?