By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Makassar TodayMakassar TodayMakassar Today
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Reading: Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret: Alasan Ilmiah di Balik Bulan yang Berubah Merah Darah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Makassar TodayMakassar Today
Font ResizerAa
  • NEWS
  • BISNIS
  • HIBURAN
  • LIFESTYLE
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Cari Berita
  • NEWS
    • Metro
    • Sulawesi Selatan
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • BISNIS
    • Finance
    • Saham
    • Macro Ekonomi
    • Forex
  • HIBURAN
    • Film
    • Musik
    • Selebriti
  • LIFESTYLE
    • Health
    • Recipes
    • Travel
    • Fashion
  • OLAHRAGA
  • TEKNO
  • CITIZEN JURNALIS
  • OPINI
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Makassar Today > Blog > Nasional > Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret: Alasan Ilmiah di Balik Bulan yang Berubah Merah Darah
Nasional

Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret: Alasan Ilmiah di Balik Bulan yang Berubah Merah Darah

admin
admin
Share
2 Min Read
Ilustrasi Gerhana Bulan Total./Foto: AI Generated
SHARE

Makassartoday.com, Jakarta – Fenomena astronomi spektakuler akan menyapa penduduk Indonesia malam ini, Selasa (3/3/2026). Gerhana Bulan Total (GBT) atau yang populer dijuluki sebagai Blood Moon akan melintasi langit Nusantara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan detik-detik saat Bulan berubah warna menjadi merah tembaga.

Mengapa Bulan Berwarna Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Secara astronomis, Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada tepat di satu garis lurus. Posisi ini menyebabkan Bulan masuk sepenuhnya ke dalam umbra (bayangan inti) Bumi.

Meskipun berada di bayangan Bumi, Bulan tidak hilang sepenuhnya. Fenomena warna merah ini terjadi karena mekanisme yang disebut Hamburan Rayleigh. Atmosfer Bumi menyaring cahaya Matahari dan menyebarkan spektrum cahaya biru, namun tetap meneruskan serta membiaskan spektrum cahaya merah ke permukaan Bulan.

Periklanan
Ad imageAd image

“Warna merah ini mirip dengan warna langit saat matahari terbit atau terbenam. Semakin bersih atmosfer Bumi dari debu dan polusi, maka warna merah pada Bulan akan tampak semakin cerah,” tulis keterangan resmi BMKG.

Apa Dampaknya bagi Bumi?

Masyarakat tidak perlu khawatir karena Gerhana Bulan Total adalah fenomena alam yang aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. Namun, ada beberapa dampak fisik yang terjadi secara alami:

Pasang Surut Air Laut: Posisi sejajar Matahari, Bumi, dan Bulan akan meningkatkan gaya gravitasi yang memicu pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya (pasang purnama). Warga di pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir rob.

Penurunan Suhu Udara: Meski tidak signifikan, beberapa wilayah mungkin merasakan sedikit penurunan suhu udara saat Bulan tertutup bayangan Bumi secara total.

Perubahan Perilaku Satwa: Beberapa hewan nokturnal mungkin merasa bingung dengan perubahan intensitas cahaya yang tiba-tiba, sehingga mereka menjadi lebih aktif atau justru diam sejenak.

Bagi umat Muslim, fenomena ini juga menjadi momentum religi untuk melaksanakan Salat Gerhana (Khusuf) secara berjamaah sebagai bentuk kekaguman atas kebesaran Sang Pencipta.

You Might Also Like

Pemerintah Batal Lakukan Penyesuaian Harga BBM pada 1 April 2026, Minta Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Hilal Belum Penuhi Syarat, Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh pada Sabtu 21 Maret

KPK Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026, Ini Aturannya

Pejabat Diminta Tak Berlebihan Saat Gelar Open House Lebaran

TAGGED: Gerhana Bulan
admin Maret 3, 2026 Maret 3, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Update Aturan THR 2026: Jadwal Cair, Besaran Anggaran, dan Nasib Bonus Driver Ojol
Next Article Appi Minta RT/RW Aktifkan Siskamling Jelang Mudik Lebaran 2026
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Periklanan
Ad imageAd image

Sosial Media Kami

13.4k Followers Like
1.7k Followers Follow
182 Subscribers Subscribe

Berita Terbaru

Rahasia Produktivitas Tinggi: Mengenal Sleep Hygiene dan Cara Menerapkannya
Health April 6, 2026
Appi Ultimatum Lurah yang Bolos Rakor Terkait Pengelolaan Sampah
Metro April 6, 2026
Cegah Kebocoran Anggaran, Wali Kota Makassar Bakal Sisir ‘Data Siluman’ Petugas Kebersihan
Metro April 6, 2026
5 Tahun Berdiri di Atas Drainase, Lapak Pedagang di Jalan Datuk Patimang Dibongkar
Metro April 5, 2026
Makassar TodayMakassar Today
Follow US
© Makassartoday 2023.
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?