Dulu Makan Plastik, Ternak Sapi di TPA Tamangapa Kini Diberi Sampah Organik Pasar
- calendar_month 59 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus membenahi kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala. Tak hanya menata area pembuangan, Pemkot kini mulai menertibkan keberadaan ternak sapi yang selama ini berkeliaran bebas di lokasi tersebut.
Ratusan hingga ribuan sapi tersebut kini ditempatkan di area penangkaran sementara atau ranch khusus di kawasan TPA. Penataan ini dilakukan untuk mencegah ternak mengonsumsi sampah campuran atau plastik yang berpotensi membahayakan kesehatan hewan.
Sejalan dengan konsep tersebut, pemanfaatan sampah organik dari pasar-pasar tradisional kini dialihkan menjadi sumber pakan ternak.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyuplai sampah organik yang telah dipilah.
“Ada semacam kandang khusus untuk sapi di TPA. Pakannya itu dari pasar,” ujar Ali, Jumat (18/9/2026).
Pasokan Pakan Melonjak Hingga 31 Ton per Hari
Saat ini, sumber sampah organik dikumpulkan dari 14 pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Makassar Raya.
Melalui kolaborasi intensif bersama pihak kecamatan, volume sampah organik yang dikirim ke TPA Tamangapa melonjak drastis. Jika sebelumnya hanya berkisar 3 hingga 4 ton per hari, kini jumlahnya mencapai mendekati 31 ton per hari.
Peningkatan volume ini dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di penangkaran. Dengan estimasi kebutuhan pakan rata-rata 20 kilogram per ekor setiap hari, total pasokan 30-an ton tersebut sudah mampu menutupi kebutuhan pakan ternak di sana.
“Jika ratusan sapi, dan satu sapi paling banyak mengonsumsi sekitar 20 kilogram. Alhamdulillah semua sudah ter-cover, terpenuhi,” jelas Ali.
Pengelolaan Sampah Organik Pasar Capai 100 Persen
Ali menegaskan bahwa sampah yang dialokasikan untuk pakan ternak murni sampah organik yang telah dipilah, bukan sampah campuran. Langkah ini menjadi bagian dari fokus pengelolaan agar sampah organik tidak lagi menjadi beban sistem persampahan kota.
“Yang penting itu sebetulnya setelah pemilahan adalah pengelolaan. Salah satu yang harus dikelola itu adalah organik,” tegasnya.
Ia menambahkan, tingkat pengelolaan sampah organik di lingkungan pasar saat ini telah mencapai 100 persen, melampaui target minimal yang ditetapkan DLH. Jika sebelumnya sampah diolah melalui biopori, teba, atau komposter, kini hampir seluruhnya dialihkan untuk mendukung peternakan di TPA Tamangapa.
Untuk kelancaran distribusi, Perumda Pasar telah menyiapkan armada pengangkut khusus berkat dukungan dari DLH dan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar.
Langkah penataan ini diharapkan mampu mempertegas pemisahan antara kawasan peternakan dan pemrosesan sampah residu, sehingga sapi tidak lagi mengganggu operasional TPA.
“Konsep ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mengubah pola pengelolaan sampah di TPA Tamangapa, dengan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan,” pungkas Ali.
- person

