Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah memasang alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di titik strategis.
Salah satu perangkat EWS tersebut kini telah aktif beroperasi di Sungai Kajenjeng, Kecamatan Manggala, untuk memantau debit air secara real-time.
Langkah preventif ini diambil guna memberikan rasa aman bagi masyarakat serta memperkuat sistem mitigasi bencana di level wilayah.
Appi menegaskan komitmennya untuk mencari solusi komprehensif agar warga Perumnas Antang tidak lagi dihantui kecemasan setiap kali hujan turun.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi infrastruktur yang ada untuk memastikan seluruh saluran air bekerja optimal.
“Tujuan kami di sini untuk melihat kawasan yang setiap tahun terdampak. Kami hadir memastikan infrastruktur siap dan mencari solusi permanen,” tegasnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan proses pembersihan saluran drainase terus berjalan secara konsisten di seluruh wilayah Manggala.
Tak hanya mengandalkan pembersihan rutin, Pemkot Makassar juga telah melibatkan tim ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk melakukan kajian mendalam.
Hasil survei teknis dari para ahli Unhas tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menindaklanjuti perencanaan pembangunan di kawasan tersebut.
Wali Kota mengungkapkan, salah satu opsi jangka panjang yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan tanggul pengaman di titik-titik rawan luapan.

